Pemulung Mau Dibuatkan Rusunawa

TANGERANG,SNOL Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berencana membangun sebuah rumah susun sewa (Rusunawa) bagi para pemulung yang ada di tempat pembuangan akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari. Pembangunan itu dilakukan guna menertibkan keberadaan pemulung yang banyak mendirikan bangunan liar di lokasi TPA.
Wakil Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, keberadaan ratusan pemulung di area TPA Rawa Kucing, selain dapat membantu memilah sampah juga bisa menimbulkan permasalahan tersendiri bagi pemkot Tangerang. Sebab, mereka mendirikan tempat tinggal di area TPA sehingga membuat kondisi menjadi semrawut. “Nah, untuk menertibkannya, kami berencana mendirikan rusunawa di sana untuk mereka,” jelasnya akhir pekan lalu.
Arief menambahkan, guna mewujudkan rencana tersebut, Pemkot Tangerang telah mengajukan surat kepada Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) agar bisa membangun rusun yang diperuntukkan bagi para pemulung tersebut. “Usulan soal rusunawa itu sudah kami sampaikan ke pusat.  Kami berharap bisa dikabulkan,” imbuhnya.
Menurut Arief, pihaknya tidak bisa begitu saja mengusir para pemulung, karena mereka juga warga negara Indonesia (WNI) yang dilindungi haknya, dan memiliki kesempatan untuk tinggal dimana saja mencari nafkah. “Karena itulah Pemkot memandang perlu untuk segera merelokasi mereka ke sebuah tempat tinggal yang layak,” ujarnya.
Disinggung mengenai lokasi yang akan dijadikan rusun, Arief mengutarakan, lokasinya ada di sekitar TPA Rawa Kucing. “Sudah sepantasnya mereka juga diberikan tempat tinggal yang layak, karena mereka juga berjasa membantu mengurangi sampah di Kota Tangerang. Dan Rusunawa itu akan dibangun di daerah sana juga. Karena kami masih memiliki tanah yang luas di sana,” singkatnya.
Selain itu, kata Arief, dalam rangka program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi di dalam metode pengolahan sampah di Kota Tangerang, pihaknya juga memberdayakan warga eks penderita kusta.  Mereka umumnya dipekerjakan menjadi petugas kebersihan seperti penyapu jalan dan pengangkut sampah. “Program ini sudah kami jalankan sejak lama dan hingga 2012 ini jumlah eks penderita kusta yang bekerja mencapai ratusan orang. Kami ingin semua warga Kota Tangerang ini berdaya,” tandasnya. (pane/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.