Pitam Kuning Kian Beringas, Giliran Indomaret Ciputat Dirampok

PAMULANG,SNOL Lagi, komplotan Pitam Kuning beraksi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Selasa (29/5) yang menjadi korban adalah minimarket Indomaret 24 jam di Jalan Ariaputra, Gang Swadaya no.65 Kedaung, Kecamatan Pamulang. Perampokan terjadi sekitar pukul 03.30 dinihari.
“Saat itu masuk empat pelaku dan langsung mendoongkan senjata api dan memukul saya sampai pingsan. Tau-tau saya sudah diikat dengan tali sepatu,” ungkap M Fahrudin, salah seorang karyawan toko.
Salah satu tersangka menggunakan senjata api jenis FN. Pelaku datang ke lokasi dengan menggunakan mobil Toyota Avanza. Dua orang karyawan Indomaret itu, yakni M Fahrudin dan Samsul diikat dengan tali sepatu sebagaimana kasus serupa yang terjadi tiga kali sebelumnya di wilayah Serpong.
Dalam aksinya, para pelaku menjarah uang tunai sebesar Rp 17 juta beserta barang-barang berharga lainnya seperti 10 dus susu formula, 2 dus cokelat, 50 bungkus rokok dan handphone korban. “Selain produk dan uang, pelaku juga membawa CCTV untuk menghilangkan jejak,” katanya.
Fahrudin mengatakan, peristiwa perampokan berlangsung dalam kurun waktu selama sepuluh menit. Pelaku seluruhnya membawa senjata api dan penutup wajah. “Kejadiannya cepat sekali. Ketika itu, saya tugas berdua dan tidak bisa memberikan perlawanan,” katanya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Hermawan mengaku belum bisa memastikan apakah pelaku merupakan jaringan Pitam Kuning atau bukan. “Bisa saja ditiru pelaku lain. Kami belum bisa pastikan meski modusnya sama. Kami baru bisa pastikan setelah nanti mereka tertangkap,” ujarnya.
Sebelumnya, minimarket Indomaret yang berlokasi di Jalan Raya Serpong dirampok pada hari Jumat (4/5) lalu. Dalam aksinya, para pelaku menggunakan senjata api. Adapun pelaku berjumlah enam orang dan kerugian mencapai Rp 30 juta.
Kemudian pada Minggu (6/5) minimarket Alfamidi 24 Jam di Jalan Letnan Soetopo, BSD City, Serpong kembali dirampok dengan jumlah pelaku sebanyak tujuh orang. Dalam aksinya, pelaku juga menggunakan senjata api dan kerugian mencapai Rp 35 juta. Selain itu, pelaku merampok minimarket Alfamart Pasar Kemis pada 15 Mei dan 30 April dengan kerugian masing-masing Rp 3 juta.
Minimarket Indomaret yang terletak di Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8E samping McDonald Alam Sutera pada Rabu (23/5) lalu juga digasak kawanan Pitam Kuning. Di situ perampok menggasak uang sebesar Rp 10 juta dan beberapa produk seperti susu, rokok, handphone dan CCTV.

Rampok Alfamart Ditangkap
Setelah buron tiga hari, Agus Dwi Yanto (21), satu dari tiga pelaku perampokan Alfamart TMP Taruna, Kota Tangerang akhirnya berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Metro Tangerang di rumah kontrakannya, di Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (24/5).
Sebelumnya, dua pelaku masing-masing Saputra Wijaya (22) dan Hasan Kohar (23) ditangkap terlebih dahulu oleh warga sekitar, tak lama setelah ketiganya melakukan perampokan, Selasa (22/5).
“Kami berhasil membekuk pelaku terakhir yang tak lain orang suruhan HK (Hasan Kohar), karyawan Alfamart yang jadi otak pelaku perampokan ini,” kata AKBP Suharyanto, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Selasa (28/5).
Dari penangkapan ketiga pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua buah golok, satu bilah pisau, dua unit sepeda motor, satu buah topeng warna hitam, satu tas warna hitam, dua unit handphone dan uang tunai hasil rampokan sebesar Rp 13 juta. “Modus operandinya yakni ingin menguasai barang dalam toko. Yaknni, tersangka HK mendatangi toko yang sudah tutup sekitar pukul 00.05 WIB, untuk merampok toko tersebut,” jelas Suharyanto.
Aksi Hasan Kohar tidak cukup sampai di situ, setelah melihat kondisi aman, kemudian pria yang sudah bekerja selama 9 bulan di Alfamart tersebut menelpon kedua rekannya yakni Saputra Wijaya dan Agus Dwi Yanto dengan langsung menodongkan golok ke arah Rohim (pelayan toko yang juga kawan Hasan Kohar) dan meminta membuka brangkas.
“Saat pelaku menguras, Rohim melarikan diri ke luar toko dan meminta tolong kepada warga. Akhirnya, malam itu kedua pelaku berhasil ditangkap, semantara satu lagi kabur. Kini ketiganya sudah kami amankan dan terancam pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun,” ulasnya.
Sementara itu, Hasan Kohar pelaku sekaligus otak perampokan menuturkan bila dirinya terpaksa melakukan hal tersebut karena merasa sakit hati. Sebab, sejak bekerja dua bulan lamanya di Alfamart TMP Taruna, dia menuding bos tersangka selalu menuduhnya melakukan penggelapan uang toko. “Saya sakit hati dengan sikap pimpinan toko. Saya baru bekerja dua bulan namun selalu ada masalah. Jadi, berpikir ingin menguasai uang toko dengan mangajak dua rekan lainnya,” tutur pria asal Palembang ini. (pane/irm/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.