Rusuh Merak, 115 Sopir Diperiksa

MERAK, SNOL Polres Cilegon memeriksa 115 orang terkait kerusuhan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Minggu (27/5) malam lalu. Ke-115 orang itu terdiri dari 15 orang security PT ASDP, 10 staf PT ASDP, sisanya dari para sopir truk. Mereka diperiksa guna dimintai keterangannya seputar kerusuhan yang menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas di PT ASDP Merak.
Kapolres Cilegon, AKBP Umar Surya Fana ditemui di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Senin (28/5) mengatakan, pihaknya masih terus mengusut untuk menetapkan siapa tersangka dan dalang kerusuhan tersebut. Sebab, untuk menentukan pelaku utama yang menyebabkan kerusuhan itu membutuhkan minimal 24 jam pemeriksaan.
Kendati demikian, Kapolres memperkirakan akan ada tersangka lebih dari dua orang. “Semua yang diperiksa berjumlah 115 orang. Mereka kami kumpulkan sejak dini hari tadi (kemarin, red),” ungkapnya.
Diterangkan Umar, pemeriksaan terhadap para sopir dan kernet itu karena mereka terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi pengrusakan saat melakukan pengrusakan.
Para pelaku, kata Umar, bisa dikenakan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perusakan dan dapat diancam dengan hukuman minimal lima tahun penjara. “Pelaku bisa terjerat pasal itu,” tandasnya.
Ketika ditanya tentang pelaku pungli yang menjadi penyebab amuk massa itu, Umar mengaku kesulitan untuk mengungkap pelaku pungli dan oknum yang memberlakukan jalur tembak di pelabuhan penyeberangan itu. Sebab pihaknya harus mendapatkan bukti otentik terkait pungli tersebut.
Namun, polisi akan berupaya keras untuk mengungkap pelaku pungli itu. Hal itu dilakukan guna kelangsungan Pelabuhan Merak ke depan. “Kita tidak bisa kalau hanya katanya-katanya. Harus ada sopir atau pihak terkait yang memberikan data. Selama ini kan baru tuduhan saja,” kata Umar.
Umar menegaskan akan menindak siapapun yang berbuat kesalahan termasuk anggota polisi, bila mereka juga ikut terlibat dalam dugaan pungli tersebut. “Saya akan fair dalam mengungkap kasus ini. Termasuk bila anggota kami terlibat, kami akan memberi sanksi tegas,” tandasnya.
Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Danang S Baskoro yang kemarin datang ke Merak mengatakan, kejadian itu merupakan sebuah pembelajaran berharga bagi semua pihak. Danang berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Terkait fasilitas yang rusak, ia menegaskan akan segera memperbaiki agar aktivitas penyeberang kembali normal. “Kejadian ini terjadi karena para sopir merasa tidak mendapatkan keadilan, sehingga mereka berbuat anarkis,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, La Mane menuturkan, akibat fasilitas tol gate yang rusak, pelayanan tiket dilakukan secara manual. Hal itu dilakukan agar para pengguna jasa tetap bisa menyeberang ke Sumatera. “Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur, red) kami, bila fasilitas elektronik rusak akan dijalankan secara manual. Itu agar pelayanan tidak terhenti,” katanya.
Pantauan Satelit News, hingga siang kemarin petugas kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar Pelabuhan Merak. Bahkan petugas Gegana dari Polda Banten juga masih terlihat siaga. Sementara itu, petugas dan karyawan PT ASDP Merak mulai membersihkan pecahan kaca dan memperbaiki peralatan yang rusak. (bagas/man/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.