Plafon Ambrol, Pengawas dan Pimpro Tidak Jeli

TIGARAKSA,SNOL Ambrolnya plafon lantai dua gedung Pemkab Tangerang, menimbulkan banyak kecurigaan. Sejumlah kalangan menilai bangunan yang ditempati Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKP3M), Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) itu cepat rusak lantaran ketidak jelian pegawai Dinas Cipta Karya saat mengawal pelaksanaan pembangunan kantor layanan publik itu.
“Pimpinan proyek (pimpro) dan pengawasnya tidak jeli saat mendapat tugas mengawal pelaksanaan pembangunan gedung itu. Jadi pemborong dengan bebas menentukan material. Sekarang hasilnya baru kelihatan. Belum lama dibangun udah pada rusak. Kepala Dinasnya harus bertanggungjawab atas kinerja bawahannya itu,” kata Kholid Ismail, Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Uang Rakyat (Ampur) kepada Satelit News, Rabu (30/5).
Kholid juga mempertanyakan keseriusan Dinas Cipta Karya dalam mengawasi proses pembangunan. “Seharusnya ada masa pemeliharaan atau perawatan, kok tidak langsung diperbaiki sampai nunggu berbulan-bulan, ada apa?” tanyanya.
Pihaknya meminta bupati agar memberikan sanksi kepada SKPD terkait. “Bupati harus memberikan teguran dan sanksi kepada pelaksana proyek ini serta kepada penangungjawab kuasa pengguna anggaran dan dinas. Mereka harus diberi sanksi tegas karena ini berindikasi merugikan pemerintah,” tuturnya. Dia menambahkan, pihaknya menduga ada pengurangan kualitas bangunan.
Menyikapi ambrolnya plafon gedung itu, Dinas Cipta Karya Kabupaten Tangerang berjanji bakal memperbaikinya. Kepala Bidang Pengawasan Dinas Cipta, Asep Sundawa, mengaku sudah menerima informasi terkait kerusakan itu. Pihaknya juga sudah mengirim orang untuk mengkroscek kondisi kerusakannya dan menanyakan masalah ini ke bagian bangunan.
”Informasi yang saya dapat dari bagian bangunan, plafon itu akan diperbaiki bulan depan (Juni,Red) menggunakan anggaran pemeliharaan. Lebih jelasnya coba tanyakan ke bagian bangunan,” terang Asep kepada Satelit News.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Cipta Karya Taufik Emil tidak mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi wartawan untuk mengkonfirmasi masalah tersebut selama dua hari terakhir ini.
Seperti diberitakan, Kinerja Dinas Cipta Karya Kabupaten Tangerang dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur bangunan pemerintah, mendapat sorotan dari kalangan anggota DPRD setempat. Menyusul ambrolnya plafon lantai dua gedung kantor bersama BKP3M, BLHD dan BKBPP.
Pantauan Satelit News, plafon kantor di aula bersama BLHD di lantai dua itu ambrol akibat kebocoran pasca diterpa hujan deras sekitar sebulan lalu. Hingga kini kondisi ruang kerja tersebut dibiarkan terbengkalai. Mirisnya lagi, sejumlah plafon di berbagai sudut bangunan di lantai dua juga bolong dan nyaris ambrol. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.