Gempa 6,1 SR di Sukabumi Guncang Banten

BANTEN, SNOL Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR tepat pukul 18.18.13 WIB Senin (4/6) malam, mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya termasuk Banten. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pusat gempa terletak di 7.99 LS, 106.19 BT (121 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di kedalaman 24 kilometer.
Gempa yang cukup kuat terasa itu membuat puluhan awak Satelit News yang terkonsentrasi di Lantai III berhamburan keluar. Meski begitu, tak tampak kepanikan, sebab guncangan gempa hanya terasa beberapa saat saja. Sementara kondisi di Kota Tangerang tampak normal dan nyaris tak terpengaruh gempa.
Di Pandeglang khususnya warga yang berada di pesisir pantai mulai dari kawasan Pantai Carita, Labuan, Panimbang hingga Pantai Sumur panik saat gempa terjadi. “Wah, saya kaget. Baru selesai Salat Magrib, tiba-tiba ada getaran di rumah. Takut terjadi gema susulan, saya langsung keluar rumah,” aku Harun, warga Caringin, Labuan, kemarin.
Hal yang sama juga dikatakan Udin Ampera, warga Desa Sukarame, Kecamatan Carita, yang rumahnya tidak jauh dari pantai. Tatu Maryati, warga Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi juga mengaku kaget ketika terjadi. ”Saya sempat deg-degan di dalam rumah, kok tiba-tiba saja ada getaran di dalam rumah, kirain saya itu getaran biasa tidak tahunya ada gempa. Saya pun lari keluar rumah sambil hati tidak karuan karena takut,” ungkapnya.
Kondisi di sebuah rumah makan di Bama, Kecamatan Pagelaran, cukup menarik. Beberapa pelayan dan pembeli yang sedang makan berhamburan keluar karena gempa dan khawatir gempa susulan. ”Lagi enak makan, saya lompat kaget. Saya tidak nafsu makan lagi,” aku Asep Saefuddin, Kasubag TU UPT Dindik Kecamatan Cikedal via telepon selulernya, kemarin malam.
Kepala Badan PenanggulAngan Bencana  Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Rifai saat dikonfirmasi mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci kemungkinan adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. ”Belum ada laporan secara resmi. Sementara ini kami masih terus melakukan pemantauan,” paparnya.
Di Anyer, gempa berkekuatan 6,1 SR itu tidak menyebabkan kerusakan apapun termasuk rumah milik warga. Camat Anyer, Ishak, saat dihubungi mengaku belum mendapat laporan dari warga yang rumahnya rusak. “Sampai sekarang belum ada laporan apa pun dan masih aman,” katanya.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang, Parmin membenarkan gempa bumi yang juga dirasakan di Jakarta itu. Menurutnya, gempa terjadi hanya II-III Modivied Morcelly Intensity (MMI), dimana getaran gempa dirasakan oleh manusia tapi tidak merusak bangunan atau gedung. Pusat gempa terjadi pukul 18,13 WIB di lintang 7.99 Lintang Selatan, Bujur 106.19 Bujur Timur dengan kekuatan gempa (magnitudo) 6,1 SR, dan tidak berpotensi terjadinya tsunami.
“Jarak gempa 121 Kilometer (Km) Barat Daya Sukabumi, 138 Km Barat Daya Cianjur, dan 214 Km Barat Daya Jakarta. Untuk wilayah Banten bagian selatan, kemungkinan gempa akan dirasakan lebih besar, karena jaraknya dekat,” kata Parmin.
Pada bagian lain, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, berdasarkan analisis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), gempa yang terjadi itu kemungkinan disebabkan oleh pertemuan lempeng atau gempa subduksi. “Jarak dari garis pantai yaitu 50 km, dan 100 km dari sebelah barat dari gempa sept 2011. Besarnya pergeseran pada bidang gempa yaitu sekitar 50 cm,” kata Sutopo.
Ia menuturkan, gempa dirasakan cukup kuat sehingga warga berhamburan keluar rumah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan tentang kerusakan dan korban jiwa. “Masyarakat sudah kembali normal aktivitasnya. BPBD Sukabumi masih melakukan pemantauan untuk pendataan,” lanjutnya.
Sutopo menjelaskan, perkembangan info tentang dampak gempa akan disampaikan jika sudah ada laporan. “Posko BNPB masih melakukan pemantauan dengan BPBD, Koramil dan Polres di daerah,” pungkasnya. (bnn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.