Kota Tangerang Raih Adipura Plus 3 Penghargaan

TANGERANG, SNOL Kota Tangerang berhasil mendapatkan anugrah bidang kebersihan tahun 2012. Tidak tanggung-tanggung, daerah yang dipimpin Walikota Wahidin Halim ini melalap sekaligus empat kategori penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bersamaan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2012 di Istana Negara, kemarin (5/6).
“Tahun ini kami bersyukur dapat Piala Adipura tingkat Kota Metropolitan, dua sekolah terbersih di SMAN 5 dan SMKN 2, serta mendapatkan piala kebersihan untuk terminal terbaik. Raihan ini, merupakan kerja keras pemerintah bersama masyarakat Kota Tangerang,” kata Wahidin Halim.
Wahidin menilai, keberhasilan meraih adipura ini memang tak lepas dari program kebersihan yang digalakkan pemerintah. Namun demikian, program tersebut tidak akan berjalan baik, jika kesadaran masyarakat atas upaya kebersihan ini tidak terus meningkat. “Saya lihat kesadaran masyarakat terus membaik. Dan piala ini memang untuk mereka, bukan untuk walikota atau wakil walikota. Untuk masyarakat,” tandasnya.
Lebih lanjut Wahidin mengatakan, raihan ini merupakan raihan yang sangat spesial tahun ini. Dimana, bagi Wahidin, dengan meraih Piala Adipura merupakan kelengkapan tahun ini, setelah sebelumnya Kota Tangerang juga mendapatkan penghargaan bidang keuangan (WTP), lingkungan hidup (Langit Biru) dan penghargaan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden SBY kembali mengingatkan, fenomena perubahan iklim menjadi ancaman serius ketahanan pangan dan keselamatan warga dunia. Nah, model pembangunan yang ada saat ini perlu diperbaiki sehingga lebih mampu bertahan terhadap gejolak pasar dunia, dan bersahabat dengan lingkungan.
“Perubahan model pembangunan ke arah ekonomi hijau sudah menjadi komitmen kita,” kata SBY. Salah satunya tercermin dari rencana penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 sampai 41 persen, melalui pembangunan ekonomi rendah emisi karbon.
Pendekatan semacam itu merupakan lompatan besar untuk meninggalkan praktek pembangunan ekonomi yang mementingkan keuntungan jangka pendek tapi mewariskan berbagai permasalahan lingkungan. “Strategi ini menekankan aspek pertumbuhan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan,” kata SBY.
Dalam kesempatan itu, SBY mencanangkan tahun 2012 sebagai Tahun Badak Internasional. Langkah itu merupakan momentum dan akses untuk peningkatan kerjasama internasional dalam pelestarian badak di tanah air. “Jadikan pelestarian badak, sebagai bagian dari pemantapan reputasi bangsa kita sebagai salah satu global leaders pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan,” katanya.
Dalam resepsi sayembara Adipura di hotel Grand Sahid Jaya tadi malam, Men-LH Balthasar Kambuaya mengatakan seluruh daerah yang sudah mendapatkan Adipura harus bisa mempertahankan prestasinya. Dia meminta, pengharagaan Adipura ini bukan akhir dari perjalanan menjaga kelestarian lingkungan hidup dan menciptakan tananan kota yang bersih.
“Kalau bisa setiap tahun mendapatkan adipura terus,” kata dia. Khusus bagi daerah yang belum tembus penjurian adipura, diharapkan bisa mencontoh daerah-daerah yang sudah jago dalam menata lingkungan.
Balthasar lantas mencontohkan Surabaya dan Palembang. Bagi jajaran Kemen-LH, Surabaya cukup sukses dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut serta dalam program-program kebersihan. Dengan cara ini, program kebersihan bisa terus berlanjut walau kepala daerah berganti-ganti. Dua daerah ini dalam dua tahun berturut-turut bersaing ketat menjadi kota metropolitan yang terbersih dan tertindah.
Terkait penjurian, Balthasar mengatakan dilakukan secara professional. Dia menegaskan, tidak ada lagi permainan uang dalam proses penjurian adipura. “Saya sudah cek betul ke staf-staf saya,” kata dia. Dia berharap, piala adipura ini dipersembahkan kepada seluruh masyarakat. Balthasar tidak mau berpolemik ketika perolehan adipura ini dijadikan alat politik kepala daerah yang ingin maju lagi dalam pilkada. (pane/fal/wan/nw/deddy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.