Pemkot Nekad Ruislag SDN Cilalung VII

SERPONG,SNOL Sengketa lahan antara ahli waris lahan SDN Cilalung VII, Jombang, Ciputat dengan Pemkot Tangsel, kian sengit. Pihak Pemkot nekad akan melakukan ruislag terhadap lahan itu, meski warga menolak.
“Kita sudah melakukan konsultasi ke aparat hukum, harus dilakukan ruislag terlebih dahulu. Kalau ruislag tidak bisa dilakukan, kita akan bayar,”ungkap Dudung E Diredja, Sekda Tangsel selepas acara Festival Hijau ke-9 di BSD,Serpong, Minggu (10/6).
Tim kecil sudah dibentuk untuk menangani masalah ini. “Kami berharap pihak ahli waris mengikuti prosedur yang dilakukan Pemkot. Kita tidak bisa membayar begitu saja, tanpa harus melalui ruislag terlebih dahulu,”jelas Dudung.
Sebelumnya menurut ahli waris, ancaman pembongkaran gedung SDN Cilalung akan benar-benar dilakukan jika Pemkot Tangsel tidak menepati janjinya untuk membayar uang ganti rugi di pada Juli hingga awal Agustus ini.
“Kami akan meratakan sekolah. Kami tidak ingin ruislag dan hanya meminta ganti rugi yang Pemkot janjikan saat pertemuan di kantor Kecamatan Januari lalu. Dimana Pemkot berjanji dan membenarkan bahwa tanah ini merupakan tanah ahli waris,” kata jurubicara ahli waris Erna Sumarni, kemarin.
Erna mengatakan pihaknya sudah bersabar untuk menunggu keputusan Pemkot ini dalam bentuk ganti rugi uang. Ahli waris juga enggan, imbuhnya, menerima tawaran Pemkot Tangsel yakni meruislag lahan.
Menurut Erna, ahli waris akan membawa mobil buldoser untuk membongkar dan meratakan bangunan SDN Cilalung. “Kita akan membawa buldoser untuk meratakan, jika ada pihak yang menghalangi seperti Satpol PP jangan salah kan ahli waris bertindak kasar. Dikarenakan ahli waris hanya meminta haknya yang sudah diakui Pemkot Tangsel,” ungkapnya. (irm/bnn/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.