Pematokan Lahan Proyek Tol Serpong-Cinere Distop

SETU, SNOL Pematokan tanah oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait rencana proyek tol Serpong-Cinere, akan distop sementara. Ketua Tim Pembangunan Tol Serpong-Cinere Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Ambardi menyataan penghentian itu sampai proses administrasi terpenuhi.
“Kita akan memberhentikan sementara dan tidak ada kegiatan yang dilakukan dalam rencana pembangunan jalan tol Serpong-Cinere,” ungkap Ambardi selepas pertemuan dengan komisi IV di DPRD, Kota Tangsel.
“Kitakan belum mengetahui warga mana yang menolak, apakah warga ini benar-benar nantinya akan kena atau tidak, namun pembangunan jalan tol ini akan terus berlangsung,” katanya.
Jalan tol itu tidak akan berubah siteplanenya dikarenakan sudah sesuai dengan RTRW Tangsel. “Kita tidak bisa mengubah site plane dikarenakan sudah sesuai perda, sehingga kita mengambil jalur tersebut,”katanya
Kepala Bidang Pertanahan Pemkot Tangsel, Heru Wibisono mengatakan, pihaknya masih meminta dokumen yang Pemkot minta terkait penetapan lokasi, namun hingga saat ini belum ada kelengkapan dokumen target penempatan lokasi mana saja yang akan terkena pembebasan jalan tol. “Kelengkapan dokumen ini merupakan syarat kami dalam bekerja di lapangan,”jelasnya.
Heru mengatakan belum lengkapnya dokumen ini, dikarenakan terkendala dengan Undang-undang Pertanahan yang baru yakni No 2 Tahun 2012. “Semua wilayah dalam proses pembebasan lahan terkendala dengan undang-undang pertanahan yang baru ini,”katanya.
Perlu diketahui pembangunan tol Serpong-Cinere tersebut direncanakan sepanjang 10,4 kilometer dengan lebar standar tiga lajur. Nantinya akan ada tiga lajur dengan jarak panjang 10.4 km yang akan tembus ke Serpong-Kunciran. Sedangkan untuk pembebasan lahan dibutuhkan sekitar 60 hingga 70 hektar.(irm/bnn/susilo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.