Antisipasi Bentrok, Kantor Desa Diamankan Polisi

PANDEGLANG,SNOL Sebanyak 90 anggota Polisi Polres Pandeglang diterjunkan untuk mengamankan Kantor Desa di Kecamatan Kaduhejo, Senin (18/6). Pengamanan dilakukan, untuk mengantisipasi bentrokan dua kubu terkait tuntutan mundur terhadap Kepala Desa (Kades) CM.
Kades CM dituding berbuat asusila dengan seorang wanita yang bukan muhrim di sebuah Hotel di Jalan Raya Serang-Cilegon beberapa waktu lalu. Sebagian warga menghendaki sang Kades mundur, lainnya menginginkan Kades itu tetap meneruskan jabatannya. Beberapa kali pertemuan belum menghasilkan solusi. Bahkan, rencana voting yang dihadiri  85 orang yang merupakan perwakilan semua unsur masyarakat setempat juga batal digelar.
Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol Yamin mengatakan, keberadaan puluhan personil anggota polisi dilokasi, bertujuan untuk mengantisipasi gerakan massa yang tidak diinginkan dalam votting tersebut.
”Kades yang dituduh berbuat asusila menyampaikan klarifikasi. Perwakilan warga yang kontra karena menginkan Kades mundur akhirnya meninggalkan lokasi. Jadi, kami dari pihak kepolisian untuk sementara waktu mengamankan lokasi Kantor Desa itu,” kata Kompol Yamin.
Anggota kepolisian yang diturunkan berasal dari Dalmas, Reskrim, dan Intel Polres Pandeglang, serta anggota dari Polsek Pandeglang Kota, Cimanuk, Cadasari, Mandalawangi dan Banjar.
”Sebelum situasinya membaik, anggota tidak diperkenan meninggalkan lokasi pengamanan. Khawatir masyarakat yang tidak senang kepada Kades melakukan pengrusakan fasilitas Kantor Desa,” ujarnya, tanpa menyebutkan batas waktu pengamanan.
Kasi Trantib Kecamatan Kaduhejo, Agus Mulyana menambahkan, pihak Kecamatan masih akan mengawasi dan memonitor perkembangan kondisi di Desa tersebut. “Kami juga akan membantu mencari solusi terbaik untuk masyarakat. Setahu saya, masalah ini sudah dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Pemkab” kata Agus.
Kades CM membantah melakukan perbuatan asusila.”Itu adalah fitnah, dan apa yang saya lakukan merupakan persoalan pribadi saya yang dimanfaatkan sebagian kelompok masyarakat yang menghendaki saya mundur. Saya melihat masalah ini dipolitisir,” kata dia kepada wartawan disela-sela pertemuan berlangsung.
Mengenai desakan mundur dari sekelompok masyarakat, CM mengatakan, dia akan patuh pada aturan serta perundang-undangan yang berlaku.”Kalau seorang kades mundur atau berhenti dari jabatannya, tidak semudah apa yang dibayangkan. Ada mekanisme yang mengatur itu, diantaranya melalui Perbu (Perturan Bupati). Dan saya ingin dibuktikan secara hukum, atas apa yang dituduhkan kepada saya soal perbuatan asusila itu,” ujarnya. (mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.