Golkar Terbuka Bagi PDIP di Pilbup Tangerang

TIGARAKSA, SNOL Partai Golkar tetap membuka pintu komunikasi politik dengan PDIP meski beberapa waktu mereka menyatakan keluar dari koalisi pemerintahan Bupati Ismet Iskandar dan memilih menjadi oposisi. Akibatnya, hubungan politik yang telah terjalin sejak 2003 sempat renggang.
Saat itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang Barhum HS mengatakan  keputusan penarikan dukungan secara resmi diputuskan dalam musyawarah rencana kerja cabang (Musrenjacab) DPC Pelopor PDIP Kabupaten Tangerang di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, pada Minggu (19/2).
Namun lambat laun, komunikasi yang merenggang  sedikit demi sedikit membaik. Hal tersebut terbukti dengan telah mendaftarnya Ahmed Zaki Iskandar yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang untuk menjadi bakal calon bupati lewat PDIP.
“Hubungan politik kami saat ini masih terjalin baik. Bahkan saat ini, tengah melakukan komunikasi politik untuk menghadapi pemilu Bupati nanti,” ujar Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Tangerang Ahmad Jaini.
Menurut Jaini, Partai Golkar sangat terbuka dan siap berkoalisi dengan partai manapun termasuk PDIP. “Kami tidak menutup komunikasi dengan partai manapun, sepanjang memiliki visi yang sama dalam membangun Kabupaten Tangerang,” jelas Jaini.
Saat ditanyakan apakah ada kemungkinan antara Partai Golkar dan PDIP kembali berduet dalam Pemilu nanti, Jaini menjawab bahwa dalam politik kemungkinan itu selalu ada. Terlebih koalisi  antara Golkar dan PDIP telah terbukti beberapa kali  sukses mengusung jagoannya untuk duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
“Kami tidak menutup kemungkinan partai manapun untuk bisa menjadi pendamping kami di Pemilukada nanti, yang jelas Golkar tidak akan pernah meninggalkan dan menghormati masing-masing calon dari tiap partai koalisi,” jelas Jaini.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Tangerang Mukhlis mengatakan, komunikasi antara partainya dan Partai Golkar memang telah terjalin baik. “Walaupun sikap politis kami saat itu mencabut dukungan terhadap pemerintah saat ini, namun untuk hubungan politik kami dengan Partai Golkar tetap berjalan,” ujar Mukhlis. Mukhlis menambahkan, partainya memang terbuka bagi siapapun untuk berkoalisi termasuk dengan Golkar.
“Kami tidak melarang siapapun termasuk dari partai manapun untuk mendaftar di partai kami dalam Pemilukada nanti,” jelasnya.
Mukhlis mengatakan, saat ini memang antara PDIP dan Partai Golkar serta beberapa partai lainnya tengah melakukan komunikasi politik untuk membahas kemungkinan dilakukannya koalisi. “Tidak ada yang tidak mungkin, jika memang ada kesamaan mengapa tidak PDIP dan Golkar bersatu kembali,” jelasnya. (hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.