Melaju hingga 180 Kilometer per Jam, Dilengkapi Wi-Fi

Selain pengalaman bepergian antarkota di Ukraina dengan kereta tua, wartawan Satelit News Agung Pamujo juga merasakan naik kereta canggih yang masih gres, Ukraine Express. Meski melaju sangat cepat, namun perjalanan dengan kereta buatan Korea ini tetap nyaman. Berikut laporannya.
Inilah bintang terbaru dari moda transportasi di Ukraina.  Yakni, kereta super cepat Ukrainian Express yang mampu melaju dengan kecepatan hingga 180 kilometer per jam.
Kereta ini didatangkan pemerintah Ukraina khusus untuk menyambut Euro 2012. Karena itu, rutenya pun hanya antarempat kota tempat pertandingan kejuaraan sepak bola Eropa ini. Yakni, rute menuju dan dari Kiev, Donetsk, Kharkiv dan Lviv.
Tidak heran jika pada awal pengoperasiannya –mulai Juni ini juga— penumpangnya mayoritas  adalah warga asing yang hendak bepergian ke kota-kota tempat pertandingan itu. Ada juga warga Ukraina, namun mereka umumnya juga naik kereta itu untuk nonton bola.
Hingga berita ini ditulis ,saya sudah dua kali merasakan naik kereta yang bagi masyarakat Ukraina lebih populer dengan sebutan Hyundai ini –karena buatan Hyundai, pabrikan Korea–.  Yang pertama perjalanan dari Kiev ke Donetsk. Lalu, dari Kiev ke Lviv.
Dalam dua kesempatan itu, gerbong yang saya tempati selalu penuh dengan suporter.  Saat perjalanan ke Donetsk pada 10 Juni lalu, di gerbong saya banyak terdapat suporter asal Inggris.  Memang, besoknya, yakni pada Senin, 11 Juni, Inggris melakoni pertandingan lawan Prancis, yang digelar di kota di ujung timur selatan Kiev itu.
Para suporter itu terus beraksi di dalam gerbong kelas 2 yang saya naiki.  Tidak sekadar bernyanyi-nyanyi, namun sepanjang perjalanan yang memakan waktu sekitar 6,5 jam tanpa berhenti itu,  mereka juga mengadakan permainan antarmereka dengan hukuman minum bir.
Mereka bisa nyaman bermain-main sambil minum-minum di atas kereta tanpa takut minuman tumpah atau jatuh, karena memang kereta melaju sangat tenang. Meski kecepatan tidak pernah kurang dari 100 kilometer per jam, tidak terasa ada guncangan.
Selain itu, gerbong juga luas, tidak sesempit kereta malam yang saya naiki sebelum ini.  Gerbong kelas dua itu, luasnya sekitar 3,25 meter, dengan dua kursi di kanan, gang seluas sekitar satu meter,  dan tiga kursi di kiri. Jadi satu deret ada 5 kursi. Kursinya pun nyaman, dengan sandaran cukup tinggi, serta ada perlengkapan meja lipat, colokan listrik dan tempat minuman.
Gerbong kelas 2 dengan tarif 426,5 hryvnia (sekitar Rp 475 ribu) untuk rute Kiev-Donetsk sejauh 700 kilometer itu jauh lebih nyaman dari kereta eksekutif di Indonesia. Selain lapang, tempat duduk yang nyaman, AC yang dingin serta kondisi kereta yang masih baru dengan warna cerah, benar-benar terasa beda rasanya dibandingkan dengan naik kereta malam, meski di kelas 1 sekali pun.
Apalagi, kereta cepat itu selalu berangkat pada pagi dan sore (dua kali pemberangkatan), saat matahari belum terbenam. Pada bulan-bulan ini, di Ukraina,matahari baru terbenam sekitar jam 21.30.  Selama perjalanan, saya bisa menikmati alam pedesaan Ukraina.
Tidak hanya itu, saya pun bisa nyaman bekerja di kereta, bukan sekadar mengetik, tapi ber-internet.  Kereta canggih ini juga dilengkapi dengan akses wi-fi gratis, meski kadang koneksinya putus-nyambung, putus-nyambung.
Lebih nyaman lagi, saat naik kereta Hyundai kelas 1. Saya mencoba gerbong kelas utama itu saat perjalanan dari Kiev menuju Lviv pada Sabtu (16/6).  Harga tiket kelas 1 untuk perjalanan sejauh 560 kilometer itu adalah 410 hryvnia (sekitar Rp 450 ribu). Sementara untuk tiket kelas 2 adalah 320 hryvnia (sekitar Rp 360 ribu).
Beda Rp 90 ribu itu berujud ruangan yang lebih lapang, karena dalam satu deret hanya ada empat tempat duduk. Tempat duduknya pun lebih lebar, dengan sandaran yang lebih nyaman, seperti kursi di kelas bisnis pesawat.
Dengan kondisi demikian, jelas lebih nyaman lagi rasanya menikmati perjalanan. Apalagi, yang naik kelas 1 ini (hanya ada dua kelas di Ukraine Express) relatif orangnya juga lebih ’’tenang’’. Saat perjalanan ke Lviv itu, dalam satu gerbong dengan penumpang kira-kira 40 orang itu, 2/3-nya juga suporter. Dari kaus dan bicaranya, mereka suporter Jerman yang akan mendukung Lukas Podolski dan kawan-kawan yang pada Minggu (17/6) bertanding lawan Denmark di Stadion Lion Arena, Lviv.
Namun, para suporter yang rata-rata sudah tidak muda lagi itu relatif tenang. Ada yang ngobrol antarsesama, lebih banyak lagi yang membaca buku, atau membuka laptop maupun memainkan komputer tablet mereka.
“Yang naik kereta itu jelas suporter kaya. Mereka datang dari Jerman naik pesawat, turun di Kiev, lalu naik kereta ke Lviv,” kata Willem, salah satu suporter Jerman yang datang ke Lviv, menyetir mobil sendiri selama dua hari perjalanan, bersama tiga temannya.  Saya bertemu Willem, saat sama-sama menginap di Art Palma Hotel, Lviv pada Minggu (17/6) itu.
Jika dibandingkan, naik Ukraine Express kelas 1 jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan naik kereta malam juga di gerbong kelas 1.  Dari segi harga, naik Ukraine Express lebih murah. Dari Kiev-Lviv tiket kelas 1 Ukraine Express 410 hryvnia (sekitar Rp 450 ribu). Sedang, saat kembali ke Kiev dari Livv, saya harus membayar 540 hryvnia (sekitar Rp 650 ribu) untuk tiket kelas 1 kereta malam.
Namun, Ukraine Express yang lebih murah hampir Rp 240 ribu hanya butuh waktu perjalanan sekitar 5 jam. Sementara kereta malam perlu 10 jam, dua kali lipat lebih lama.
Namun, bisa jadi naik kereta malam lebih efisien jika situasinya seperti yang saya alami saat di Lviv itu.  Duel Jerman v Portugal berakhir hingga jam 23.00 malam waktu setempat. Jika hendak kembali ke Kiev naik kereta Hyundai, berarti harus menginap di hotel satu malam lagi. Karena kereta cepat itu jadwal berangkatnya hanya pada pagi hari, dan sore jam 18.00.
Namun, jika naik kereta malam, bisa berangkat malam itu juga. Ada kereta jam 23.35, dan jam 01.00. Malam itu saya beruntung bisa naik kereta jam 23.35, Untungnya, kereta terlambat berangkat setengah jam, sehingga masih nutut mengejar kereta, usai pertandingan.
Jadi, malam itu sam ya tidak perlu membayar hotel yang selama Euro 2012 ini harganya naik berlipat di Ukraina. Gantinya, bisa tidur nyenyak di kamar ber-AC, dengan selimut tebal, dan TV pribadi di kamar tidur pribadi dalam kereta. Perjalanan 10 jam pun tidak begitu terasa melelahkan.(agung pamujo dari ukraina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.