Bapak Dibacok Anak Kandung

SERANG, SNOL Mandu (67) warga Komplek Mina Bhakti Gg Jangkar, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang menjadi korban pembacokan oleh Badi (37) anak kandungnya sendiri, Sabtu (30/6). Pembacokan terjadi pada saat keduanya tengah nonton televisi di rumah korban.
Tiba-tiba Badi yang tidak diketahui membawa sebilah golok langsung membacok leher ayahnya. Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan ini berusaha melawan dengan menangkis golok dan berusaha melarikan diri ke luar rumah, meski akhirnya bacokan sang anak tetap mengenai kupingnya.
Warga yang melihat pertempuran anak dengan bapak tersebut, langsung memberikan pertolongan dengan melerai. Lalu, pelaku pembacokan berusaha melakukan upaya bunuh diri dengan menusukan golok yang dipegangnya ke perut sendiri, hingga pelaku mengalami luka sobek dibagian perut. Melihat keduanya, baik korban maupun pelaku penuh bersimbah darah, warga langsung membawa  ke RSUD Serang untuk dilakukan perawatan medis.
Kapolsek Kasemen, AKP Hidayat Iman menyatakan, masih menyelidiki kasus pembacokan yang dilakukan oleh anak kepada bapak.  “Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat keduanya sedang nonton tv, sedangkan anggota keluarga lain sedang pergi keluar rumah. Kami akan tetap selidiki insiden pembacokan ini, meski kasus ini kasus keluarga,” kata AKP Hidayat Iman kepada wartawan, Minggu (1/7).
Hidayat mengaku, selain sudah mengamankan barang bukti berupa senjata tajam berjenis golok juga sudah memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang melihat pristiwa itu. “Namun, kami belum bisa memeriksa pelaku dan korban yang tiada lain anak dengan bapak. Karena keduanya masih dalam perawatan medis. Dan dari hasil penyelidikan sementara belum bisa menyimpulkan, namun beberapa saksi warga sekitar menyatakan pelaku menderita sakit jiwa dan sering melakukan tindakan brutal,” ujarnya.
Ditempat berbeda, seorang ibu dan anak, Sarnah (75) dan Juju Julaeha (40) warga Kampung Kadu Legon, Desa Kadu Hejo, Kecamatan Pulosari, menjadi korban pembantaian dan pembacokan seorang pria yang merupakan tetangga korban sendiri Karsa (45), Jumat (29/6) lalu. Pelaku membunuh kedua korban diduga dendam terhadap keluarga korban.
Dari informasi yang dihimpun, dalam perjalanan menuju keluar rumah korban, pelaku berpapasan dengan ibu korban Sarnah, yang secara spontan juga Sarnah menjadi sasaran pembantaian pelaku. Golok yang masih dipegang oleh pelaku, langsung dibacokan ke leher sebelah kanan korban Sarnah sebanyak 1 kali dan membacok pinggang korban sebanyak 1 kali, serta membacok lehernya 5 kali dan betis bagian kirinya 1 kali, hingga dipastikan Sarnah tewas di tempat.
Salah seorang warga yang melintas di rumah korban, Didi, sontak kaget melihat Sarnah terlihat sedang tertelungkup di ruang depan rumah korban. Akhirnya dia masuk ke dalam rumah korban untuk memastikan apa yang terjadi di dalam rumah itu.”Pas saya masuk ke dalam rumah korban, saya lihat banyak darah disekitar tubuh mbo Sarnah, saya langsung berteriak meminta pertolongan warga,” kata Didi kepada wartawan, kemarin.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Dhani Gumilar mengatakan, setelah mendapat laporan warga, pihaknya bersama anggota satreskrim setempat langsung menuju lokasi, untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan data, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengotopsi jasad korban dengan membawanya ke RSUD Serang. Sedangkan pelaku Karsa sudah diamankan di sel Mapolres Pandeglang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Tersangka kami jerat pasal 340 jo 338 jo 351 ayat 3 KUHP, tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang, dan secara berancana. Dugaan sementara, motif pembunuhan ini karena dendam pelaku terhadap keluarga korban, tapi kami masih dalami kasus ini,” kata AKP Dhani. (bagas/mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.