Bupati Erwan Dituntut Minta Maaf

PANDEGLANG, SNOL Puluhan aktivis LSM dan wartawan yang tergabung dalam Forum Komunitas Dua (Pers dan NGO/LSM) mendatangi pendopo Bupati Pandeglang, Senin (2/7) pagi. Mereka mendesak Bupati Pandeglang, Erwan Kurtbubi untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Pandeglang, terkait pernyataannya yang kontroversial.
Sayang orang nomor satu di Pemkab Pandeglang ini tidak ada ditempat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan Bupati. Sekda Pandeglang Dodo Juanda, Kabag Humas Anwari dan Kepala Badan Kesbangpolinmas Umar Mansyur yang menyambut kedatangan LSM dan wartawan, langsung mengajak melakukan pertemuan di Aula Pendopo Bupati.
Ketua FK2 Helman Filansyah mengungkapkan, Bupati Pandeglang dalam acara sosialisasi Raskin di Kecamatan Panimbang pada Selasa (26/6) lalu, mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas.
“Dia bilang kenapa masyarakat Pandeglang malas-masan, tidak punya pola pikir, kalau diajak gotong royong tidak pernah mau. Pemuda Pandeglang lulus sekolah tidak ada kerjaan/nganggur, paling-paling jadi LSM dan wartawan tidak jelas,” kata Helman.
“Itu semua pernyataan Bupati, dan itu sudah mendeskreditkan profesi wartawan dan LSM. Kami minta pernyataan itu diklarifikasi dengan cara meminta maaf kepada masyarakat Pandeglang dan membersihkan nama baik LSM dan wartawan dimata masyarakat,” kata Helman.
Menurut Helman, tidak pantas seorang Kepala Daerah menjelek-jelekan masyarakat sendiri.  “Ingat kalau bukan karena masyarakat Bupati tidak akan terpilih. Dan baru kali ini kasus di Pandeglang seorang Bupati menjelek-jelekan masyarakatnya. Jelas, kami sebagai putra daerah tersinggung dengan pernyataan Bupati,” ujarnya.
Pembina FK2 Asep membambahkan, dia merasa prihatin atas pernyataan Bupati yang menyampaikan kata-kata seperti itu di depan publik, sehingga menimbulkan intrepretasi yang berbeda-beda dan ada kelompok yang tersinggung dengan pernyataannya tersebut.
“Kami sama sekali tidak ada niatan apa-apa, selain ingin mendapatkan klarifikasi dari Bupati atas apa yang diucapkannya itu, kami juga ingin Pandeglang ini maju dan masyarakatnya sejahtera. Tapi realita yang terjadi di lapangan walaupun itu dianggap buruk, tentunya tidak sepantasnya untuk diumbar dan di jelek-jelekan, apalagi sampai menyinggung orang lain,” kata Asep.
Sekda Pandeglang Dodo Juanda menyatakan, atas nama pemerintah daerah menyampaikan permohonan maaf. Dan pihaknya berjanji, akan mencari waktu lain untuk mempertemukan antara kelompok LSM dan wartawan dengan Bupati.
“Pernyataan itu (bupati,red) disampaikan dengan menggunakan bahasa ibu sebagai wujud kedekatan Bupati dengan masyarakat, dengan tujuan untuk memotivasi kepada masyarakat Pandeglang. Namun, jika ada perkataan ditafsirkan lain, sehingga mengundang kontroversi, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf,” kata Dodo.
Bupati dan jajaran pejabat dilingkungan pemerintahan, menurut Dodo, selama ini berkeinginan untuk terus melanjutkan kemitraan strategis antara pemerintah daerah dengan semua kalangan, termasuk dengan insan pers dan LSM di Pandeglang. Namun, seluruh wartawan dan LSM yang hadir dalam kesempata itu, merasa belum puas karena tidak bertemu langsung dengan Bupati. (mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.