Aktivis Desak DPRD Stop Pembahasan Raperda Pertambangan

TANGERANG,SNOL  Sejumlah kalangan aktivis lingkungan meminta DPRD Kabupaten Tangerang menghentikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pertambangan. Raperda tersebut dituding tidak disertai dengan kajian ilmiah sehingga akan sangat merugikan masyarakat jika tetap diteruskan pembahasannya.
“Kami minta DPRD tidak melanjutkan pembahasan Raperda Pertambangan tersebut,” pinta Romly Revolvere, Juru Bicara Aliansi Mayarakat Tolak Pertambangan Tangerang (Lantang), kepada Satelit News (8/7).
“Saya pikir Raperda itu hanya hasil copy  paste saja, sebab tanpa disertai kajian ilmiah yang layak. Reperda tersebut  lemah karena tidak disertai hasil kajian aspek sosiologis, teoritis dan ekonomi,” jelasnya.
Alasan pemerintah dan DPRD untuk membuat Perda Pertambangan untuk mengontrol kegiatan pertambangan untuk menyerap meningkatkan pendapatan daerah merupakan alasan yang tidak bisa diterima. Pasalnya zona pertambangan tersebut tidak terdapat di rancangan tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Tangerang.
“Jika tidak ada di dalam RTRW, jelas kegiatan penambangan yang ada saat ini merupakan tindakan pidana. Jadi seharusnya pemerintah menutup kegiatan penambangan tersebut dan bukannya membuat Raperda pertambangan. Jika alasan meningkatakan APBD, selain nilai keuntungan daerahnya sangat kecil kegiatan ini jelas akan lebih merugikan masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya khawatir dengan adanya Perda Pertambangan, nanti praktik penambangan yang saat ini banyak tersebar justru akan semakin masif. ”Tidak dilegalkan saja sudah banyak dan merusak lingkungan apalagi jika sudah ada izinya,” jelasnya. Pihaknya akan terus menuntut agar DPRD segera menghentikan pembahasan Raperda ini.
Sebelumnya Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Tangerang Raperda Pertambangan, Supajri mengatakan saat ini Raperda Pertambangan masih dalam pembahasan dan Baru tahap sosialisasi. “Ini belum finalisasi, apakah dilanjut atau distop pembahasannya,” ujarnya. (hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.