Modernland Dituding Serobot Tanah Warga

TANGERANG, SNOL Belum usai gugatan warga Klaster Navara Residence, PT Modernland Realty Tbk kembali digugat. Keluarga Wadih bin Sani, ahli waris lahan seluas 2.200 meter persegi meminta haknya yang diklaim sudah menjadi lahan PT Modernland.
Dalam persidangan lapangan, Senin (9/7), pihak Pengadilan Negeri (PN) Tangerang bersama dengan kuasa hukum penggugat dan kuasa hukum tergugat mendatangi lokasi lahan yang jadi areal sengketa. Tepatnya, di Jalan Mahkota Raya persisnya di samping RS Mayapada,  Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang.
“Kehadiran kami ke sini untuk melihat ada atau tidak tanah yang menjadi objek sengketa antara ahli waris dengan PT Moderland Realty Tbk,” kata Hutapea, salah satu majelis hakim yang menangani perkara tersebut.
Hutapea menyatakan, setelah melakukan survei ke lapangan ternyata objek sengketa itu ada. “Kami ingin memastikan saja karena dalam waktu dekat ini sengketa tanah ini akan disidangkan di PN Tangerang. Karena materi gugatan dan bukti gugatan jelas adanya,” tambah Hutapea.
Agusian Farih Mawanto, kuasa hukum Wadih Bin Sani, selalu penggugat mengatakan, pihaknya  menggugat PT Moderland Realty Tbk selaku pengembang karena mengklaim bahwa tanah seluas 2.200 meter persegi yang terletak di Jalan Mahkota Raya persisnya di samping RS Mayapada kepada pihak lain dan bukan kepada keluarga pemilik lahan.
“Padahal sebelum pengembang Perumahan Moderland ada, klien kami sudah menggarap tanah ini, sampai adanya pembebasan. Saat itu klien kami dilarang membangun dengan alasan tanah tersebut sudah membeli dari pihak orang lain,” tutur Agusian.
Karena merasa dirugikan, lanjut Agusian, ahli waris yang merasa lemah lantaran tidak bisa lagi menggarap tanahnya, sempat membawa persoalan ini ke DPRD Kota Tangerang. Saat itu dewan sempat memanggil semua pihak mulai dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), lurah dan saksi-saksi masyarakat serta yang menggarap tanah ini.
“Dalam pertemuan itu sudah ada titik dan disimpulkan bahwa tanah seluas 2.200 meter persegi itu adalah milik Wadih Bin Sani dengan bukti dan fakta yang ada antara lain, girik, surat keterangan dari lurah dan PBB.  Tapi rekomendasi dari dewan tersebut tidak dijalankan oleh pengembang,” tandasnya.
Kuasa hukum PT Moderland Realty Tbk Budi Widarto mengatakan, pihaknya  menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku. “Kami juga mempunyai bukti yang kuat yaitu sertifikat tanah yang menyatakan bahwa lahan seluas 2.200 meter persegi itu adalah milik pengembang Perumahan Moderland, “singkatnya. (pane/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.