Rektor Untirta Desak Stop Aksi Mogok Makan

SERANG, SNOL Empat orang mahasiswa Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), yang melakukan aksi mogok makan menolak kebijakan Rektorat Kampus setempat terkait pembayaran SPP Flat di hari ke-enam ini mendapat reaksi keras dari Rektor Untirta Serang Prof Soleh Hidayat.
Ke-empat mahasiswa tersebut, yakni Novendy, Anugrah Syalom, Aris Perdana Pangabean dan Wildan Widiyansah dipanggil Rektorat Untirta di Ruang Rektorat, Senin (9/7).
Dalam pemanggilan itu, Rektor Prof Soleh Hidayat meminta ke-empat mahasiswa menghentikan aksi mogok makan. Jika tidak, pihaknya akan memanggil orang tua masiswa untuk memulangkan mahasiswa tersebut.
“Saya minta kalian untuk segera membubarkan posko aksi mogok makan itu. Kalau tidak bisa dengan cara persuasif, kami dari rektorat akan  memanggil orang tua kalian,” kata Soleh di sela-sela pertemuan berlangsung.
Para mahasiswa tetap bersikukuh melakukan aksi mogok makan, menolak kebijakan pembayaran SPP dengan sitem Flat. Meski mendapatkan ancaman dari pihak Rektorat Untirta. Koordinator aksi Mahendra Seftiyansah menyatakan, pihaknya bersama empat mahasiswa peserta aksi mogok makan, tetap melanjutkan aksi hingga Rektor membatalkan kebijakan pembayaran SPP dengan system Flat.
“Kami tidak takut, meski harus dikeluarkan, ini aspirasi. Kami akan tetap melakukan aksi menolak kebijakan rector dalam pembayaran sitem flat. Kalau pihak rektorat ingin melakukan menggilan terhadap orang tua kami silagkan saja,” kata Mahendra.
Berdasarkan pantuan di lokasi, ke-empat mahasiswa yang melakukan aksi mogok makan terlihat lemas. Sehingga mereka haris harus dibopong (pangku) saat menuju posko mogok makan untuk melanjutkan aksinya. Meski terlihat keritis, mereka masih bertahan di posko dan tidak menjalani perawatan dan hanya sesekali mereka di cek oleh tim kesehatan dari UKM Kesehatan kampus.
“Itu bagian dari perlawanan, mereka masih kuat untuk melanjutkan aksinya. Tapi, kami tidak akan tinggal diam untuk melakukan penjagaan kepada teman kami itu karena aksi yang dilakukan itu untuk menyuarakan kepentingan mahasiswa angkatan 2011. Kami tidak akan menyerah,” ujar Maherndra. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.