Siswi SMP Diduga Menjadi Korban Pemerkosaan

SERANG,  SNOL Indah (14) (bukan nama sebenarnya), warga Kampung Tambak, Desa Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh tiga pemuda tak dikenal di Kecamatan Carenang.  Siswi sebuah SMP di Kibin tersebut kini mengalami shock berat.
Kasus itu juga sudah dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, pekan lalu. Namun, hingga kini belum perkembangan yang dilakukan penyidik Polres setempat. Peristiwa pemerkosasn terjadi pada 24 Juni 2012.
Selasa (10/7) sejumlah warga dari Kecamatan Kibin dan keluarga mendatangi Unit PPA di Mapolres Serang. Kepala Pemuda Desa Tambak, Rahman di Mapolres Serang mengatakan, kedatangan mereka selain untuk mendampingi pihak keluarga, mereka juga ingin mengetahui sejauh mana proses penyelidikan yang dilakukan anggota Polres Serang.
“Sejak dilaporkanya kasus pemerkosaan yang menimpa Indah itu belum ada perkembangan,” kata Rahman kepada wartawan di Mapolres Serang.
Dari hasil pertemuan dengan Unit PPA diketahui bahwa hasil penyelidikan pihak kepolisian tidak ditemukan bukti-bukti kekerasan pada kemaluan korban. ”Jadi, kami disarankan untuk melaporkan kasus penganiayaan dengan cara melakukan visum ulang,” ujar Rahman.
Keterangan tersebut, lanjut Rahman, bertentangan dengan pengakuan korban. Sebelumnya, korban mengaku telah mengalami pelecehan seksual, penganiayaan, dan dijemput tanpa sepengetahuan orangtuanya. “Kita akan ngobrol lagi sama keluarga dan korbannya lagi, untuk memastikan korban diperkosa atau tidak, nanti datang lagi ke Polres Serang,” tuturnya.
Rahman mengungkapkan, aksi bejad para pelaku itu bermula saat korban bersama temannya, Mala, sedang mengobrol di depan rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB, 24 Juni lalu.
Tiba-tiba mereka didatangi dua pria yang mengajak berkenalan. Kemudian seorang pria meminta korban untuk menemaninya membeli gorengan, sementara seorang lainnya menunggu di rumah korban bersama Mala.
“Tapi bukannya malah membeli gorengan, malah disuatu tempat di Carenang ada dua orang rekan pelaku yang sudah menunggu korban. Sekitar pukul 05.00 WIB korban pulang ke rumah dan menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada ibunya,” ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Doni Hadi Santoso, mengatakan, laporan tersebut memang sudah diterima di UPPA Satreskrim Polres Serang beberapa hari lalu. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus itu.
” Sejauh ini sudah tiga orang saksi yang sudah diperiksa, dari keluarga pelapor dan saksi yang melihat korban dibawa oleh seorang yang diduga pelaku,” kata AKP Doni. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.