Great Patriotic Museum, Monumen Kemenangan yang Jadi Tempat Nongkrong

Mayoritas bangunan besar dan monumental di Ukraina adalah peninggalan Uni Sovyet. Salah satu di antara bangunan-bangunan itu, Great Patriotic Museum yang berada di Kiev. Berikut laporan wartawan Jawa Pos AGUNG PUTU ISKANDAR yang mengunjungi museum tersebut beberapa waktu lalu.
Great Patriotic Museum menjadi simbol obsesi Uni Sovyet terhadap kekuatan dan keagungan. Museum yang dibangun pada 1981 itu adalah yang terbesar di Ukraina. Luasnya sepuluh hektare dengan lebih dari 300 benda yang dipamerkan. Sebagian besar adalah kekuatan garda depan Uni Sovyet saat melawan Nazi Jerman pada 1941″1945 dalam Perang Dunia II. Mulai artileri darat, seperti tank dan pesawat tempur, hingga truk-truk pengangkut roket.
Para pasukan Uni Sovyet ditampilkan sebagai serdadu kuat dan berani. Relief dan patung mereka sangat detail dengan ukuran raksasa. Setiap pasukan mengenakan shinel (jas berbahan wol khas tentara Uni Sovyet) plus ushanka (topi yang terbuat dari kulit binatang) dengan senapan di tangan. Yang paling mencolok adalah patung Monumen Motherland. Tinggi patung itu 102 meter dengan berat 530 ton.
Patung itu menjadi ciri utama museum tersebut. Patung itu pula yang membuat museum terlihat oleh para pengguna jalan di sekitar kawasan tersebut. Letak museum di sisi barat Sungai Dnipro membuat patung itu semakin mencolok.
Bentuk patung Motherland sangat khas. Yakni, seorang perempuan membawa pedang di tangan kanan dan tameng di tangan kiri. Dua alat perang itu dia angkat tinggi-tinggi seolah sedang merayakan kemenangan. “Monumen ini menunjukkan bahwa bangsa Rusia tak pernah kalah dalam perang Eropa. Rasanya kami ini memang bukan bagian dari Eropa. Kami tidak pernah dikuasai oleh satu pun negara Eropa,” kata Rostov Karchenko, warga Kiev, yang menemani Jawa Pos berkeliling museum.
Museum tersebut memang dibangun untuk memperingati kemenangan Uni Sovyet atas Nazi Jerman pada 1941″1945. Konon, perang tersebut dianggap sebagai konfrontasi militer paling besar dalam sejarah. Uni Sovyet dan bekas negeri-negeri yang tergabung di dalamnya menyebut perang tersebut merupakan Great Patriotic War, sedangkan Jerman menyebut itu sebagai Eastern Front atau die Ostfront. Jerman yang kalah harus rela wilayahnya dipecah-pecah.
Museum itu awalnya tidak berada di pinggir Sungai Dnipro. Pada kurun 1974″1981, museum menempati bangunan bernama Klovsky Palace di Kiev. Baru setelah kompleks museum rampung dibangun di pinggir sungai utama Ukraina itu, museum dipindahkan.
Uni Sovyet membangun museum itu di Ukraina bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya, untuk menghalau keinginan beberapa orang Ukraina melawan Sovyet. Padahal, saat itu negara harus menanggung biaya utang buat berperang. Akibatnya, masyarakat harus kelaparan karena program-program pembangunan tertunda untuk membiayai museum.
Perang usai lebih dari 70 tahun lalu. Uni Sovyet juga sudah buyar lebih dari dua dekade. Museum itu kini berganti fungsi sebagi tempat nongkrong kawula muda Ukraina. “Ini tempat nongkrong paling asyik dan hemat. Tidak seperti di kafe tengah kota yang harus bayar. Di sini sejuk, romantis, dan sepi,” kata Adriana, cewek Kiev, yang bersama teman prianya duduk di pinggir museum.
Selain nilai sejarah yang tinggi, Great Patriotic Museum menunjukkan contoh pengelolaan pinggir sungai yang tepat. Di Kiev, Sungai Dnipro sangat terawat. Tidak ada bangunan liar, apalagi kawasan kumuh. Di hampir setiap garis pinggir sungai yang membelah Kiev itu ada atraksi wisata. Padahal, sungai sangat besar dan memanjang hingga bermuara di Laut Hitam.
Selain Great Patriotic Museum, sejumlah monumen dibangun. Bahkan, di dekat Stasiun Metro Arsenalna, pemerintah setempat membangun taman besar. Taman tersebut memanfaatkan tanah di pinggir sungai yang menurun curam. Kawasan yang dekat dengan air sungai ditutup hutan lindung nan lebat. Beberapa polisi berpatroli untuk menilang mereka yang mabuk dan kencing sembarangan.
“Kawasan ini berada di tengah kota, tapi paling nyaman. Sepulang kerja, ke sini dulu buat melamun atau pacaran,” kata Oleksander, salah seorang warga lokal.(*/c4/ca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.