Nyambi Kurir Sabu, 2 Montir Dicekuk

KELAPA DUA,SNOL  RB (32) dan MI (32) dibekuk oleh Resmob Narkoba Polsek Kelapa Dua. Dua pemuda yang berprofesi sebagai montir bengkel sepeda motor ini tertangkap tangan saat bertransaksi sabu. Dari tangan para pelaku polisi berhasil menyita sabu seberat 36 gram siap edar.
RB adalah warga Kelurahan Cibodas RT 01/03 Kota Tangerang, sedangkan MI warga Cipulir RT 04/05 Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas keamanan parkir Supermall Karawaci terhadap RB yang berada di lapangan parkir mall dengan keadaan gelisah dan tengah menunggu teman untuk bertransaksi.
“Petugas parkir yang curiga kemudian menghubungi Polisi. Benar saja saat kami datang ke lokasi dan menanyakan keperluan tersangka namunnya terbata-bata. Karena gelagatnya semakin mencurigakan, kami langsung membawa tersangka untuk diintrogasi,” ujar Ipda Mukmin Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua, Rabu (11/7).
Saat diinterogasi itulah akhirnya RB mengaku tengah menunggu temannya untuk melakukan transaksi sabu. Polisi pun segera bertindak memancing MI. Tak perlu menunggu lama, MI akhirnya berhasil dibekuk dan didapatkan sabu-sabu seberat 36 gram dari saku jaketnya.
“MI kami tangkap di jalan Raya Kelapa Dua dekat pasar Kelapa Dua. Setelah kami geledah ternyata ada sabu seberat 36 gram dari saku jaket tersangka,” tegas Kanit Reskrim.
Tersangka MI mengaku hanya berperan sebagai kurir. Sedangkan RB mengaku bahwa ia disuruh orang berinisial P yang masih DPO sewaktu dirinya berada di lapas Kota Tangerang.
Pada awalnya P membeli dari bosnya MI sebanyak 50 gram seharga Rp45 juta, namun setelah dicoba ternyata sabu tersebut berkualitas buruk sehingga P berniat mengembalikannya kepada bos MI.
“Mereka berdua mengaku sebagai kurir. Setelah barang tersebut dibeli seharga Rp45 juta, rupanya barang tersebut berkualitas buruk dan P meminta RB mengembalikan kepada MI dengan berat yang sudah berkurang. Namun naas sebelum sempat mengembalikan barang haram tersebut, mereka sudah kami ringkus di tempat terpisah,” papar Mukmin.
Keduanya dijerat dengan pasal 112 dan 114 KUHP tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara, sedangkan barang bukti berupa sabu seberat 36 gram kemudian diserahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN). “Ancaman hukuman bisa mencapai 20 tahun penjara, karena jumlah sabu yang mereka bawa sudah masuk kategori bandar,”¬† tegas Kanit. (hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.