Belum Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Dishub Tangsel

TIGARAKSA,SNOL Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat uji KIR pada 2010 senilai Rp 3,4 miliar di Dishubkominfo Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebanyak 10 orang saksi di lingkup Dishubkominfo dan pemborong diperiksa.
“Kami terus mendalami kasus ini, setidaknya sudah 10 orang saksi dari panitia pemeriksa barang di Dinas bersangkutan serta pemborong selaku pengusaha yang ikut mendaftar saat tender proyek tersebut,” kata Ery Syarifah Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tigaraksa kepada Satelit News (12/7).
Pengusaha yang dimintai keterangan merupakan kompetitor dalam proses tender perusahaan yang menang dalam proyek pengadaan alat uji KIR pada 2010 senilai Rp 3,4 miliar. “Sementara pemenang tendernya belum kami panggil. Pemanggilan pemborong ini adalah salahsatu agenda yang sudah direncanakan beberapa hari lalu,” tuturnya.
Ditanya apakah 10 saksi ini berpotensi memberatkan saksi, Ery belum bisa memastikan hal tersebut karena masih dalam proses pemeriksaan. “Yang jelas masing-masing saksi memberikan keterangan yang saling berkaitan. Kami fokus ke pak Nurdin yang saat itu menjabat sebagai kepala dinas,” jelasnya.
Mengenai potensi kerugian negara, pihaknya belum mendapatkan laporan karena masih dalam pemeriksaan BPKP. “Kami berharap cepat selesai, tapi prosedur tetap harus dilakukan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Kejari Tigaraksa memanggil tujuh orang pejabat, staf Dishubkominfo Kota Tangsel dan pemborong pekan ini. Pemanggilan ini terkait permintaan keterangan saksi atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat uji KIR pada 2010 senilai Rp 3,4 miliar di Dishubkominfo Tangsel.
”Pemanggilan ini sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat uji KIR, usai penetapan Nurdin Marzuki Mantan Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel sebagai tersangka awal bulan lalu,” ujar Ery. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.