Persikota Kejar Dana Sponsor

TANGERANG,SNOL Duduk di urutan tujuh klasemen grup I kompetisi Divisi Utama PT. Liga Prima Indonesia Sportindo membuat pengurus Persikota gerah. Evaluasi penting segera dilakukan untuk menghadapi musim depan. Hanya saja, untuk melakukan pembenahan, Persikota masih harus menyelesaikan urusan dengan para pemain.
Hingga saat ini, pengurus Persikota belum menuntaskan pembayaran gaji pemain tim Kuning Biru. Sementara masalah penyelesaian gaji terjadi lantaran sampai usai kompetisi PSSI belum melunasi janji penyaluran dana untuk Persikota. PSSI Djohar Arifin melalui konsorsium belum melunasi sepenuhnya dana subsidi buat klub peserta Divisi Utama PT. LPISĀ  sebesar Rp 500 juta. Uang ini semula dijanjikan manajemen dan pengurus Persikota untuk membayar gaji pemain.
“Kita sedang mengejar sisanya ke konsorsium melalui PSSI, sejauh ini belum ada tanda-tanda pelunasan. Kami terus melakukan koordinasi agar sisanya kami dapatkan,” jelas Ketua Umum Persikota Hendra Suhada.
Selain mengejar dana konsorsium, Hendra Suhada juga memburu janji pemberian dana sponsor buat Persikota yang belum dipenuhi manajemen lama. Saat pertengahan musim lalu, diterangkan Henda, manajemen lama melalui sekretaris klub Persikota, Sahril menandatangani perjanjian untuk menyerahkan sisa dana sisa sponsorship kepada tim Biru Kuning sebesar Rp 300 juta. Namun hingga kini dana tersebut yang rencananya digunakan untuk menalangi 3 bulan gaji pemain belum diterima pengurus.
“Kami sudah melayangkan surat somasi kepada pak Sahril untuk bisa mencairkan dana tersebut namun hingga kini masih sekedar omong doang. Kalau sampai lebaran belum ada tanggapan kami akan memikirkan tindakan hukum untuk masalah ini,” tegas Hendra.
Selain masalah pencairan dana, Hendra Suhada juga meminta manajemen lama bisa segera menyerahkan administrasi surat-surat yang terkait masalah pembentukan PT. Persikota. Ini amat penting buat pengurus dan manajemen baru Persikota untuk bisa mencari pendanaan buat Akira Leo Saputan dkk musim depan.
“Kita sulit bergerak jika administrasi pembentukan PT masih dikekepin mereka. Kita ingin mereka dengan legowo menyerahkan semua surat-surat itu kepada kita sebagai legalitas untuk kita dapat bergerak mencari sponsor, karena tanpa itu kita tak bisa apa-apa,” tandasnya. (gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.