Ratusan Angkot Tanpa Izin Trayek Ditertibkan

PANDEGLANG, SNOL Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pandeglang menertibkan  ratusan angkutan kota dalam kota (AKDK). Sebanyak  114 atau 20 persen dari 570 izin trayek AKDK diketahui sudah mati. Penertiban dibagi ke dalam 7 trayek angkutan. Yakni trayek Antensari-Cadasari, Pagadungan-Kranggot, Artabuana-Batubantar, Artabuana-Banjar, Artabuana-Pari, Artabuana-Cikoromoy, dan Artabuana-Labuan.
Kepala Dishubkominfo Pandeglang, Agus Priyadi menegaskan Angkot yang  sudah habis trayeknya, harus segera memperpanjang izin. “Untuk kendaraan yang sudah mati, harus buat surat trayek baru agar bisa kembali beroperasi,” kata Agus di sela-sela melakukan kegiatan pemasangan stiker angkutan di Pandeglang, Senin (16/7).
Selain menertibkan kendaraan, lanjut Agus, juga diberikan kode trayek, menempel stiker jurusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk warna kendaraan yang dicat full body. Untuk jurusan Artabuana-Labuan, diberi kode A.1, jenis minibus L.300 dengan jumlah 150 unit. Kemudian jurusan Artabuana-Mengger-Pari-Mandalawangi diberi kode A.2 jenis angkot berwarna silver dengan jumlah 150 unit, jurusan Artabuana-Cibaliung diberi kode A.3 jenis Mini Elf dengan jumlah 60 unit.
“Jenis-jenis dan cat warna serta kode kendaraan harus sesuai dengan trayek angkutan yang dilalui. Dan itu sudah disosialisasikan kepada semua awak kendaraan serta masyarakat secara terbuka,” imbuhnya.
Salah seorang AKDK jurusan Artabuana-Batubantar jenis angkot berwarna hijau, Yusuf mengaku pernah mendapat sosialisasi dari petugas Dishubkominfo mengenai penyeragaman warna cat mobil dan tarif. “Tapi, kami sebagai sopir hanya bertugas narik penumpang saja pak. Untuk persoalan warna cat itu tanggungjawab bos. Termasuk pengurusan izin tranyek itu tanggungjawab bos,” kata Yusuf. (mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.