Awas, Makanan Mengandung Borax Mengintai

TIGARAKSA,SNOL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mensinyalir sejumlah bahan makanan berbahaya bagi kesehatan dijual dipasaran saat Ramadhan. Perilaku ini kerap dilakukan oknum pedagang untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Pengawasan Dinkes pada Ramadhan tahun lalu ditemukan bahan makanan mengandung borax dan zat berbahaya lainnya.
“Pengawasan terhadap bahan makanan akan kami tingkatkan hingga menjelang Lebaran Idul Fitri nanti. Kami mensinyalir banyak makanan berbahaya bagi kesehatan masyarakat dijual di pasaran,” ujar Naniek Isnaeni Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Rabu (18/8).
Berdasarkan hasil pengawasan bahan makanan tahun lalu, tim Dinkes dan sejumlah instansi lainnya menemukan banyak makanan mengandung borax. Tidak hanya itu makanan berbahaya lainnya juga ditemukan, yakni makanan yang dicampur dengan zat pewarna pakaian. “Kemungkinan tahun ini kembali beredar,” ungkapnya.
Pihaknya menyayangkan perilaku oknum pedagang yang mencampurkan bahan kimia berbahaya ke dalam bahan makanan. “Untuk itu, pengawasan pertama akan kami fokuskan di wilayah Tigaraksa. Mulai dari pasar tradisionalnya,” ucapnya.
Dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan makanan nanti kata Naniek, pihaknya akan menggunakan alat pemeriksa kandungan makanan. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun ini. “Jadi kami akan mengambil sampel bahan makanan atau makanan jadi untuk diperiksa. Dengan alat baru ini mudah-mudahan hasilnya bisa lebih optimal,”harapnya.
Bahkan dalam pengawasan bahan makanan, Dinkes juga akan melibatkan pihak Kepolisian, Satpol PP dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait lainnya. Khusus pengawasan bahan makanan dan makanan kemasan di supermarket, Dinkes akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten. “Temuan tidak setiap tahun ada, tapi pengawasan tidak boleh kendor. Untuk itu kami juga melibatkan tenaga dari Puskemas nantinya,”katanya.
Sejauh ini informasi yang didapat dari aparat kepolisian, sejumlah industri rumah tangga di Kabupaten Tangerang menggunakan bahan kimia berbahaya dalam produknya. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan secara jelas informasi tersebut. “Nanti, informasi ini kami kroscek dulu, yang jelas beberapa menggunakan bahan yang sudah kedaluarsa,” tuturnya.
Naniek berjanji jika ditemukan oknum pedagang yang menjual bahan makanan berbahaya bagi kesehatan, pihaknya akan memberikan peringatan dan pembinaan. “Jika masih membandel kami juga bisa tegas,” tandasnya. Naniek menghimbau agar pedagang menjajakan bahan makanan atau produk makanan lainnya yang sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.
Disisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang juga tengah gencar melakukan pengawasan harga pasar dan stok persediaan sembako. Bahkan, dalam meringankan beban masyarakat karena harga sembako yang terus merangkak naik, Disperindag menggelar bazaar Ramadhan. “Ini salahsatu program kami membantu warga tidak mampu,” kata Tuti Sujana Kabid Perdagangan Luar Negeri dan Promosi Disperindag. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.