Orang dan Ormas Asing Diawasi Ketat

TIGARAKSA,SNOL Pemerintah Kabupaten Tangerang memperketat pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Asing. Berdasarkan catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jumlah WNA di Kabupaten Tangerang sudah mencapai 950 orang.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang Tisna Hambali mengatakan, pengawasan ini sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 49/2010 Tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah. Dalam aturan ini Kesbangpol dan instansi terkait harus terus berperan aktif untuk memantau, memverifikasi dokumen administratif dan melakukan tindakan lapangan.
“Tentunya pemantauan berkaitan dengan pengecekan dokumen keimigrasian, pengaduan masyarakat, berita media massa, dokumen perizinan dari instansi atau unit kerja pemerintah terkait, termasuk hasil wawancara dengan orang asing dan Ormas asing,” ungkap Tisna kepada Satelit News usai sosialisasi Permendagri nomor 49/2010 Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (16/4).
Kewenangan Kantor Kesbangpol dalam melakukan pemeriksaan juga melibatkan instansi lainnya, seperti Polres, Imigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Disdukcapil. “Ini untuk menjamin keamanan dan stabilitas nasional. Apalagi Disdukcapil melaporkan ada 950 orang asing di Kabupaten Tangerang, mulai dari tenaga kerja ahli hingga profesi lainnya,” ucapnya.
Beberapa wilayah yang banyak dihuni WNA yakni, Kelapa Dua, Kemeri, Cikupa, Curug dan sejumlah wilayah lainnya. Tisna mencontohkan tenaga kerja asing berkewarganegaraan China yang bekerja di PLTU Kemeri. Sedangkan untuk Ormas asing belum diketahui. “Khusus Ormas yang akan dipantau yakni Ormas yang dibentuk bukan berdasarkan hukum Indonesia dan kerjasama bilateral antara Indonesia dan negara terkait,” jelasnya.
Staff Ahli Bupati Tangerang Bidang Hukum dan Politik Kabupaten Tangerang, Dedi Sutardi menambahkan, Kabupaten Tangerang dikenal dengan wilayah seribu industri dan letaknya sangat strategis sebagai penyangga ibu kota Negara. Hal ini menjadi daya tarik bagi masyarakat. “Tidak hanya masyarakat Indonesia saja, namun juga orang-orang asing atau pihak asing lainnya, yang ingin berinvestasi di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.
Keberadaan bandara internasional Soekarno-Hatta (Soetta), juga menjadi perlintasan masuknya orang asing dari berbagai belahan dunia ke wilayah Kabupaten Tangerang. “Untuk menjamin keamanan, stabilitas politik, persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap segala dampak negatif akibat keberadaan orang dan Ormas asing di wilayah Indonesia, perlu dilakukan pemantauan secara terarah, terkoordinasi dan berkesinambungan,” jelasnya.
Pemda bertanggung jawab untuk memantau keberadaan orang asing maupun Ormas asing. Hal ini diharapkan dapat mengetahui secara dini keberadaannya. “Saya menghimbau kepada perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Tangerang, agar memberikan informasi tentang keberadaan orang asing yang bekerja diperusahaannya baik sebagai tenaga ahli, pakar, akademik hingga konsultan asing. Dengan begitu dampak positif dapat dirasakan dan dapat diambil manfaat bagi kemajuan daerah khususnya di Kabupaten Tangerang,” tandas mantan Kadis Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang ini. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.