Waspadai Serbuan Gepeng Musiman

TIGARAKSA,SNOL Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Satpol PP memperketat pengawasan serbuan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) musiman. Kelompok Gepeng ini kerap berkumpul di sejumlah pusat keramaian menjelang bulan suci Ramadhan hingga lebaran nanti.
“Kami sudah menyiapkan surat edaran dan menginstruksikan ke seluruh kecamatan untuk menjaga wilayahnya dari serbuan Gepeng. Keberadaannya kerap dikeluhkan masyarakat dan menjadi salahsatu penyandang masalah kesejahteraan sosial,” ujar Teteng Jumara, Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang kepada Satelit News, Selasa (17/8).
Penanganan masalah Gepeng menjelang Ramadhan hingga pasca lebaran nanti sudah masuk dalam program Satpol PP. Pihaknya akan menggandeng Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos). “Nanti Dinkesos yang akan mem-back up Satpol PP setelah Gepeng diamankan,” ungkapnya.
Umumnya Gepeng musiman yang masuk ke Kabupaten Tangerang berasal dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Untuk pengawasannya, Satpol PP akan melakukan patrol rutin di sejumlah titik beroperasinya kelompok Gepeng. “Beberapa wilayah yang ramai yakni, Cikupa, Sumarrecon Kelapa Dua, Dadap, Teluknaga, Kosambi, Balaraja,” terangnya.
Dalam Patrol nanti pihaknya menyiapkan 74 anggota Satpol PP dengan tambahan personil Banpol 150 orang. Jumlah kekuatan personil ini diharapkan mampu menjaga ketertiban saat kaum muslim menjalankan ibadah puasa. “Total personil Satpol PP 171 orang,” tegasnya.
Jika dalam Patrol ditemukan Gepeng, maka Dinkesos akan menindaklanjuti untuk ditempatkan dipanti atau penampungan, sehingga Gepeng tidak kembali beroperasi lagi di jalan-jalan, lampu merah dan pusat-pusat keramaian. “Pengawasan Gepeng akan kami mulai sepekan setelah bulan ramadhan hingga pasca lebaran,” tukasnya.
Selain pengawasan Gepeng, menjelang Ramadhan, Bupati Tangerang juga sedang menyiapkan surat edaran ke semua pihak terkait tempat hiburan dan sebagainya. Sehingga saat menjalankan ibadah puasa, masyarakat harus saling menghomati antara berbagai pemeluk agama agar tercipta keamanan dan ketertiban. “Suratnya akan diedarkan bersama surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang,” ungkapnya. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.