Intan Raih Beasiswa Taekwondo ke Korsel

PANDEGLANG,SNOL Prestasi olahraga Taekwondo Banten, khususnya kategori Poomsae (jurus), diprediksi melejit dalam beberapa tahun ke depan. Pelatih Poomsae Banten, Siti Intan mendapatkan beasiswa belajar di Korea Selatan dari Kyung Hee University, selama dua pekan di negara kiblatnya taekwondo tersebut.
Siti Intan menjadi salah satu dari dua orang pelatih poomsae Indonesia, yang berkesempatan belajar di Korsel. Disana, Siti Intan akan menerima ilmu poomsae dan taekwondo atraksi dari para ahli ternama olahraga asli negeri ginseng itu.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (pengprov TI) Banten Chaery Wardana mengatakan, kesempatan menimba ilmu di Korsel, merupakan pengalaman tersendiri bagi pelatih poomsae Banten. Ilmu yang didapat disana, pasti sangat berguna bagi kemajuan olahraga taekwondo Banten.
“Makanya, saya harap disana, Siti Intan serius mempelajari segalanya. Soalnya, kesempatan langkah seperti ini, sulit di dapat,” papar pria yang kerap disapa Wawan, Kamis (19/7).
Selain itu, Siti juga bisa jadi pelatih poomsae ternama di Indonesia bila bisa mengaplikasikannya dengan baik dan benar. Soalnya, ia masih berusia belia. Yakni di bawah 20 tahun. Jadi, karirnya masih panjang di dunia kepelatihan poomsae taekwondo.
Lebih jauh diungkapkan, Wawan ingin, bila sumber daya manusia (SDM), yakni, pelatih sudah berkualitas dan bisa melahirkan taekwondoin berprestasi, ia ingin membidik kiblat olahraga taekwondo nasional berada di Banten.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengprov TI Banten Fiva Zabreno mengaku malahan terkejut mendengar kabar tersebut. Ia tidak menyangka Siti Intan bisa terpilih jadi salah satu wakil Indonesia yang mendapatkan beasiswa di negara asal lahirnya olahraga taekwondo itu.
Apalagi, pada saat Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) beberapa waktu lalu, ia jadi wakil Banten. Sayangnya, memang ia gagal mendapatkan tiket berlaga di PON XVIII, di Riau, pada 9-25 September nanti.
“Meski demikian, ini langkah yang bagus. Ia bisa memulai karir jadi pelatih ternama dengan masih menyandang status atlet,” kata Fiva.
Ia hanya berharap, ini jadi langkah kemajuan yang terus bersinar untuk mewujudkan impian Banten jadi gudangnya taekwondoin nasional baik untuk kategori poomsae maupun tarung. (arf/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.