116 Imigran Gelap Ditangkap di Tanjung Pasir

TELUKNAGA, SNOL Imigran gelap asal Timur Tengah tidak henti-hentinya menyelundup masuk via perairan Banten dan Jawa. Jumat (20/7) dinihari, sebanyak 116 imigran gelap asal Afghanistan ditangkap di dua tempat berbeda. Sebanyak 109 imigran ditangkap di Pulau Bokor oleh polisi laut Tanjung Pasir, sedangkan 7 orang ditangkap di Jalan Raya Tanjung Pasir oleh petugas Polsek Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Para imigran tersebut diketahui berencana akan transit di pulau-pulau yang merupakan gugusan Pulau Seribu dan selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Australia.
Komandan Posal Tanjung Pasir Pembantu Peltu Marinir Suhardi mengatakan, penangkapan tersebut berawal saat patroli kejahatan laut rutin seperti hari biasanya pada Kamis (19/7) sekitar pukul 11.00 malam. Hal ini karena sejak pukul 11.00 tersebut merupakan jam rawan kejahatan di laut.
Benar saja, sekitar pukul 01.30 dini hari, timnya melihat dua kapal yang mencurigakan. “Ada dua kapal yang mencurigakan tengah berlayar di tengah laut. Setelah kami dekati, dan naik ke kapal itu, ternyata ada imigran asing. Lalu kami meminta identitas, dan mereka tidak bisa menunjukan identitasnya,” katanya.
Suhardi mengatakan, seluruh imigran itu berangkat dari Bogor Jawa Barat. Dengan menggunakan mobil, meraka menuju ke Tanjung Pasir. “Hasil interogasi kami, awalnya mereka dari Bogor, dan mereka akan ke Australia. Namun sebelumnya akan transit dulu di Pulau Untung Jawa,” ujarnya.
Suhardi menambahkan, pihaknya kurang bisa mendapatkan banyak informasi lantaran kesulitan bahasa. “Mereka kurang memiliki kemampuan Bahasa Inggris, sehingga kami cukup kesulitan menginterograsi lebih dalam,” paparnya.
Seluruh imigran asing itu, menurut Suharji, akan diserahkan ke Polresta Kepulauan Seribu. “Kalau secara wilayah hukum, ini daerah Polresta Kepulauan Seribu. Tapi secara teritorial laut, ini wilayah kami. Makanya kami menyerahkannya ke Polresta Kepulauan Seribu, dan selanjutnya akan diserahkan ke Kantor Imigrasi,” katanya.
Di tempat berbeda, jajaran Polsek Teluknaga juga berhasil mengamankan tujuh imigran gelap. Mereka diduga bagian dari imigran yang telah ditangkap Posal AL, yang belum sempat menaiki kapal.
Kapolsek Teluknaga Endang Sukma Wijaya mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, sekitar pukul 11.00 malam. “Ketika anggota saya mendapat telpon, mereka langsung bergerak ke arah Tanjung Pasir, di jalan Raya Tanjung Pasir mereka melihat mobil Luxio hitam nopol  B 1919 BXQ,” ujarnya.
Endang menambahkan, timnya segera memberhentikan mobil tersebut dan di dalamnya terdapat 7 imigran gelap. “Ada tujuh imigran gelap yang telat untuk menyeberang ke Pulau Seribu Jakarta Utara, dan mereka segera kami amankan,” ujarnya.
Para imigran tersebut telah diserahkan ke kantor Imigrasi. “Begitu kami tangkap, paginya kami serahkan ke kantor imigrasi,” ungkapnya.

Pengawas Kurang
Mabes Polri menyesalkan masih terulangnya penyelundupan imigran gelap ke pulau Christmas, Australia. Pengawasan terhadap daerah perbatasan yang mempunyai banyak titik keluar masuk jadi kendala.
“Kita sulit karena ada belasan titik yang bisa digunakan untuk keluar masuk dari pantai-pantai sepanjang Jawa Barat dna Banten,” ujar Kabidpenum Mabes Polri Kombes Agus Rianto usai salat Jumat di Mabes Polri kemarin (20/07).
Menurut Agus, polisi selama ini mengandalkan laporan dari masyarakat sekitar pantai. Terutama para nelayan. “Kita maksimalkan potensi dari warga, terus terang dengan garis pantai sepanjang itu tentu petugas di lapangan akan kesulitan,” katanya.
Perwira tiga mawar di pundak itu menambahkan, keterlibatan tentara yang mengawal para imigran itu akan ditangani oleh polisi militer. “Kami tak bisa memproses, itu ranah pidana militer. Yang pastui itu memang hasil operasi gabungan,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam III Siliwangi Kolonel Benny Effendi menjelaskan, lima tentara yang mengawal para imigran masih diperiksa. “Instruksi dari Bapak KSAD jika memang terbukti sanksinya yang terberat sampai pemecatan atau pemberhentian dari dinas,” katanya. (hendra/deddy/rdl/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.