Menhub Sentil Manajemen ASDP Merak

MERAK, SNOL Menteri Perhubungan (Menhub), EE Mangindaan menyoroti manajemen PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, menyusul kerapnya antrean di Pelabuhan Merak. Mangindaan pun meminta agar PT ASDP memperbaiki sistem manajemen pengoperasian kapal di pelabuhan terpadat di Pulau Jawa tersebut.
Menurut dia, bila manajemen dilakukan sesuai prosedur, antrean yang sering terjadi di pelabuhan itu tidak akan terjadi lagi. “Kalau kapal yang diopersikan sekitar 28 kapal setiap harinya dan jumlah trip yang dilakukan optimal, pastinya antrean tidak akan terjadi lagi. Saya rasa itu persoalannya berada pada manejemen operasi kapalnya,” tandas Menhub, saat meninjau kesiapan Pelabuhan Merak dalam menghadapi arus mudik 2012, Jumat (20/7).
Karena itu pula, Menhub mengintruksikan agar ASDP Merak, memberikan pelayanan ekstra kepada para pemudik, demi kenyamanan dan keamanan para pemudik pada tahun ini. Menhub juga secara tegas memberikan warning, agar pada saat musim mudik nanti, tidak ada lagi antrean.
“Kami tegaskan kepada PT ASDP jangan ada lagi antrean truk selama arus mudik nanti. Itu dapat mengganggu kelancaran para pemudik, kami ingin pelayanan diutamakan,” katanya.
Menhub mengatakan, kedatangannya ke Merak, untuk melihat langsung persiapaan PT ASDP dalam menghadapi mudik lebaran tahun ini. Menurutnya, Pelabuhan Merak merupakan titik yang cukup sentral setiap tahunnya, karena selalu terjadi lonjakan pemudik yang cukup besar.  Sebab itu, kata dia, pihaknya ingin mengetahui secara langsung bagaimana persiapan PT ASDP dalam melayani para pemudik yang melintasi pelabuhan tersibuk itu.
PT ASDP pun diminta agar dapat mengoptimalkan seluruh dermaga yang terdapat di Pelabuhan Merak, serta mengoptimalkan jumlah kapal yang akan dioperasikan selama arus mudik.
Bukan hanya kepada PT.ASDP, Menhub juga menginstruksikan kepada pengusaha kapal yang beroperasi dipelabuhan itu, menjelang mudik nanti  agar jangan ada lagi yang melakukan docking atau perawatan. Kendati demikian, kata dia, para pengusaha kapal agar tidak mengabaikan keselamatan. “Meski tidak melakukan docking, kapal yang beroperasi jangan sampai mengabaikan keselamatan para penumpang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Danang S Baskoro menyatakan, pihaknya telah mempersiapkan rencana menghadapi arus mudik tahun ini dengan matang. Guna melayani para pemudik yang diprediksi mengalami tren peningkatan itu, pihaknya mengaku telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana bagi para penumpang. Diantaranya menyiapkan delapan tolgate (loket) khusus roda dua yang menggunakan tenda, sembilan titik lokasi pembelian tiket pejalan kaki, empat tolget kendaraan pribadi, satu tolget untuk bus dan satu tolget untuk truk.

Seribu Motor
Pemerintah melakukan banyak terobosan untuk menangani arus mudik tahun ini. Salah satunya adalah dengan mengkoordinasi seribu sepeda motor beserta dua ribu lebih penumpangnya untuk mudik via jalur laut. Ribuan orang itu diangkut menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.
“Ini dilakukan dalam rangka mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya serta menekan angka kecelakaan pemudik motor yang cukup tinggi. Untuk itu, kita memfasilitasi ribuan pemudik motor untuk menggunakan kapal laut KRI Banda Aceh. Rutenya Jakarta-Semarang,” ujar Kepala Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S. Ervan kemarin (20/7).
Program ini diharapkan bisa meringankan beban tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan pemudik. “Ini bukti bahwa pemerintah perhatian terhadap rakyat kecil,” ungkapnya.
Meskipun hanya menjalankan rute Jakarta-Semarang (pp), Bambang yakin hal itu bisa meringkas perjalanan pemudik yang sangat melelahkan. Jika biasanya perjalanan Jakarta-Semarang ditempuh 10 jam, saat mudik lebaran bisa membutuhkan lebih dari 15 jam. “Belum lagi bahaya lalu lintas di jalan raya, motor rusak serta pemborosan biaya perjalanan,” katanya. (man/bnn/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.