499 Proyek Senilai Rp 299 M Dilelang

TIGARAKSA,SNOL Sebanyak 499 paket kegiatan proyek jalan, jembatan dan irigasi senilai Rp 299 miliar dilelangkan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang sejak Mei lalu. Ratusan proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2012 itu dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Tangerang dan terbagi dalam 9 tahap.
Kepala Bidang Pembangunan Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Tangerang Moch Sholehuddin mengatakan, dari total belanja pada Dinas Bina Marga tahun 2012 sebesar Rp303 miliar, Rp299 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik. Diantaranya 381 kegiatan untuk peningkatan jalan, 17 kegiatan untuk pembangunan jembatan dan 29 kegiatan untuk gorong-gorong atau saluran irigasi.
“Sebagian kegiatan telah dilelang sejak Mei lalu, melalui LPSE. Proses lelangnya dibagi menjadi 9 tahapan. Saat ini baru memasuki tahap dua,” katanya kepada wartawan, kemarin (22/7).
Dari ratusan kegiatan yang dilelang ini beberapa diantaranya, peningkatan Jalan Kresek- Jenggot atau Jalan Lingkar Barat (Jalibar) tahap I Rp40 miliar, pembangunan jembatan dadap Rp10,5 miliar, peningkatan Jalan Cituis-Sukadiri-Jatigintung Rp10 miliar, lanjutan peningkatan Jalan Jambu-Patramanggala Rp9,9 miliar, peningkatan Jalan Pejamuran-Kresek Rp5,1 miliar, pembangunan pedestrian tugu Arya-Al Amjad dan overlay Jalan Kawasan Puspem Rp4,8 miliar, peningkatan Jalan Bundaran JLS-GUD Rp4 miliar.
“Bahkan, ada lanjutan pembangunan penataan Situ Puspemkab di Tigaraksa yang sempat terhenti. Tahun ini dianggarkan Rp1,5 miliar,” beber Sholehudin.
Proyek jalan STA Cikuya batal dikerjakan lantaran sanggah banding peserta tender diterima dan proyek Jalan Patramanggala yang dihentikan karena tidak sesuai kontrak. “Ratusan kegiatan proyek di Bina Marga ini belum diumumkan siapa pemenangnya. Dari dua tahapan lelang, dalam waktu dekat ini akan segera diumumkan pemenangnya oleh panitia lelang. Targetnya, November semua kegiatan telah rampung,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkab Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan berencana membangun jembatan di pertigaan Dadap. Jembatan itu sekaligus menjadi jalan penghubung antara Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang bagian utara. Pembangunan ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp10,5 miliar. Kondisi jembatan penghubung yang ada saat ini kondisinya juga sudah rusak.
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan sengan kondisi kendaraan yang semakin bertambah. Seiring dengan perkembangan pembangunan wilayah di daerah tersebut sehingga diperlukan peningkatan infrastruktur.
Budi, karyawan swasta yang selalu melintasi jembatan itu mengaku pembangunan jembatan di jalur tersebut sudah semestinya dilakukan. Selain kondisi jembatan yang ada sudah rusak dan mengkhawatirkan karena dimakan usia, jembatan itu juga dilalui kendaraan dengan tonase besar. Ditambah lagi dengan penambahan volume kendaraan yang terus terjadi. “Jembatannya sudah rusak dan jalur padat, sudah jelas harus diperbaiki,” pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.