Konsumsi Daging Ayam Naik 38 Ribu

SERPONG,SNOL Antisipasi peningkatan kebutuhan ayam potong di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di bulan ramadhan membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Tangsel melakukan survey ke lapangan melihat jumlah produksi ayam potong.  Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tangsel, Zainal Aminin mengatakan, jumlah konsumsi daging ayam setiap harinya mencapai 38 ribu ekor.
“Untuk satu hari di Kota Tangsel, ada 38 ribu ekor ayam potong yang dikonsumsi atau produksi,” kata Mantan Kepala Dinas Sosial, Tenagakerja dan Trasnmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel kemarin. Zainal menuturkan, 38 ribu ekor ayam yang diproduksi setiap harinya berasal dari sembilan tempat pemotongan hewan. Adapun jumlah produksi ayam selama satu bulan yaitu 1.140.000 ekor dengan berat rata – rata daging karkas yakni 0.9 kilogram. Jika diakumulasikan maka jumlah berat daging karkas perbulan yaitu 1.026.000 kilogram atau 12.312.000 produksi RPH per tahun.
Pemkot Tangsel memastikan bila ketersediaan ayam potong tidak mengalami kelangkaan di bulan puasa ini dan selama satu tahun ke depan. “Bila melihat data hasil survei di lapangan oleh petugas, ketersediaan ayam potong tidak akan mengalami kelangkaan,” katanya.
Mengenai kenaikan harga ayam potong selama bulan puasa, Zainal menuturkan bila hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan permintaan dari masyarakat. “Kita akan memantau agar kenaikan harga ayam tidak terlalu signifikan sebab akan memberatkan masyarakat,” katanya.
Amir (48) Pedagang ayan di Pasar Ciputat, Kota Tangsel, menuturkan, bila satu ekor ayam saat ini dijual dengan harga Rp 35 ribu. Kenaikan harga ayam sudah terjadi tiga hari jelang puasa.
Walaupun mengalami kenaikan namun permintaan masyarakat tergolong tinggi. Soalnya, ayam merupakan lauk pauk yang mudah diolah. “Warga sudah paham bila saat puasa memang terjadi kenaikan. Kami tidak bisa berbuat apa – apa,”ungkapnya.
Untuk saat ini pasokan ayam masih gampang, tidak sulit untuk dibeli, walaupun harga tinggi, namun barangnya ada biasanya para pembeli tidak keberatan. “Saat ini gak ada kesulitan untuk dapat ayam potong, biasanya saya ngambil di Sawangan Bogor,”ungkap Amir.
Menyikapi kenaikan harga ayam potong,  pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Yusuf Wibisono mengatakan kenaikan harga bahan pokok saat ini kemungkinan besar bukan karena permintaan pasar melainkan adanya ulah spekulan yang melakukan kenaikan harga jauh hari menjelang Bulan Puasa.
“Permintaan saat ini relatif tidak ada peningkatan, sehingga jelas janggal. Momen Bulan Puasa lebih kuat menjadi pemicunya, sehingga ada spekulan yang bermain,” katanya. (irm/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.