Cyber Crime Mabes Polri Garap Pembobol ATM Rp36 Juta di Balaraja

BALARAJA,SNOL Kepolisian Sektor Balaraja meminta bantuan Unit Cyber Crime Mabes Polri untuk mengungkap sindikat penipuan ATM Bank di Balaraja. Pihak Polsek meminta Unit tersebut mengedit ulang dan mempertajam kualitas gambar rekaman CCTV yang berada di ATM sebagai barang bukti.
“Walaupun CCTV Bank Mandiri tersebut telah kami ambil, namun kualitas gambar yang ditampilkan sangat buruk, bahkan hampir tidak terlihat. Sehingga kami kirim ke Unit Cyber Crime Mabes Polri untuk diedit ulang dan dipertajam kualitas gambarnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Ipda David, kemarin (23/7).
David mengaku pihaknya menemui kesulitan dalam mengungkap kasus itu. Selain sulit mengidentifikasi tampilan kualitas gambar, polisi juga kesulitan meminta keterangan saksi mata. “Sindikat pembobol ATM termasuk professional. Selain mampu bergerak cepat dalam melakukan aksinya, jejak mereka pun sangat minim,” jelasnya.
Pihaknya kesulitan mendapatkan informasi dari pihak perbankan lantaran proses penyidikan mengganggu privasi dari para nasabah. Bahkan, pihak kepolisian tidak diperkenakan untuk menyelidiki nomor rekening yang kerap digunakan untuk arus transfer uang milik pelaku.
“Pihak bank tidak mengizinkan kami untuk menyelidiki melalui rekening pelaku karena dianggap melanggar privasi nasabah, sehingga kami hanya bisa menyelidiki pelaku dari nomor telepon yang ditinggalkan di samping mesin ATM sebagai modus awal pelaku,” tukas David.
Seperti diberitakan, perisitiwa pembobolan ATM tersebut terjadi pada tanggal 19/6 lalu. Korbannya, AM seorang tentara berpangkat sersan mayor. Ia kehilangan uang Rp35 juta setelah kartu ATM-nya tertelan di mesin ATM Bank Mandiri di Jalan Raya Serang KM 19,5 Kelurahan Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Dari informasi yang diperoleh, sebelum mengetahui uangnya raib, awalnya pria malang yang bertugas di TNI AD Kota Sigli, Provinsi Nangro Aceh Darussalam tersebut melakukan transaksi, tiba-tiba kartu ATM-nya bermasalah dan tertelan mesin ATM. Pada saat AM kebingungan, tiba-tiba muncul seorang pria tak dikenal dan menyarankan dia untuk menghubungi nomor darurat yang tertera di kertas yang menempel di samping mesin ATM. Nomor darurat yang tertera tersebut ternyata bukan nomor call center Bank Mandiri.
Setelah menghubungi nomor tersebut, AM didatangi oleh seorang lagi yang diduga merupakan rekan pelaku. “Pelaku kemudian meminta AM untuk keluar sebentar. Nah, pada saat itulah para pelaku kemudian mentransfer uang AM senilai Rp35 juta ke rekening yang disipakan oleh pelaku,” ujar David. (hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.