Nyakar Mantan Suami, Bidan Dituntut 2 Bulan Bui

SERANG, SNOL Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang menuntut terdakwa Aam Amaliah pada kasus tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan hukuman dua bulan penjara dan enam bulan percobaan. Tuntutan tersebut disampaikan JPU Misbah saat sidang lanjutan di  PN Serang, Senin (23/7).
JPU Misbah, menilai dari fakta-fakta dan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan, terdakwa Aam Amaliah yang juga seorang Bidan di Kota Serang ini terbukti melakukan  perbuatan kekerasan terhadap Juhryadi yang tak lain adalah mantak suami terdakwa.
Atas fakta tersebut, perbuatan terdakwa melanggar pasal 44 Undang-undang RI Nomor : 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU-PKDRT).
“Kami dari JPU menyatakan perbuatan bersalah dan menuntut terdakwa dengan hukuman dua bulan penjara dengan masa penahanan enam bulan percobaan, tanpa harus menjalani kurungan,” kata JPU dihadapan majelis hakim Sumartono dan terdakwa.
Penasehat hukum terdakwa, Hapsah, S.Hi, mengajukan pledoi dengan meminta majelis hakim membebaskan kliennya dari segala tuntutan jaksa.”Kami menilai tindakan klien adalah semata menyelematkan diri dari kekerasan yang dilakukan mantan suaminya. Jadi, majlis hakim harus membebaskan klien kami,” kata Hapsah.
Setelah mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU dan pledoi yang dilakukan penasehat terdakwa, majelis hakim Sumartono akhirnya menunda persidangan, dan akan melanjutkan persidangan pekan depan dengan agenda putusan. Seperti diketahui, terdakwa dilaporkan suaminya yang bernama Juhryadi Kabid Penanaman Modal pada Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Banten, ke Polisi, dengan tuduhan  Kasus KDRT.
Dalam keterangannya Juhriyadi mengaku digedor terdakwa yang juga mantan istrinya saat berada didalam kamar mandi, selain digedor Juhriyadi juga dicakar dibagian wajahnya hingga mengakibatkan luka goresan dibagian pipi kanan. Pertengkaran dengan istrinya tersebut dimulai saat korban diminta keluar paksa dari kamar mandi.
“Saya sempat kesinggung saat dikamar mandi ditendang-tendang, tapi saya tidak melawan saya hanya ngomongin dia (terdakwa-red), tapi dia malah membentak-bentak dan mencakar muka saya,” ujar korban saat menjelaskan kronologis pertengkaran dengan mantan istrinya yang diceraikan pada tahun 2011 lalu.
Korban juga mengakui, persoalan antara dirinya dengan mantan istri muncul disebabkan adanya perselingkuhan yang dilakukan mantan sitrinya. “Saya sering melihat isi sms mantan isitri saya, ada seorang lelaki. Tapi kalau saya nanya dia malah marah-marah dan tidak menjelaskan siapa lelaki tersebut,” tukasnya. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.