Nekad Buka Siang, Warung Makan Ditutup Paksa

SERANG, SNOL Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, melakukan penertiban terhadap sejumlah rumah makan yang buka di siang hari pada bulan ramadhan, Selasa (24/7). Menyusul, adanya surat edaran walikota terkait larangan dibukanya rumah makan disiang hari selama bulan ramadhan.
Berdasarkan pantuan, penertiban yang dilakukan petugas satpol PP Kota Serang ini dimulai dengan menyisir sejumlah warung makan yang di wilayah Kota Serang, mulai dari warung disekitar bekas jalan tol di Kelurahan Kali Gandu, Kawasan Pasar Lama, hingga ke supermarket.
Dari hasil penyisiran tersebut petugas mendapatkan beberapa rumah makan yang buka diantaranya di kawasan Pasar Lama. Kepala Satpol PP Kota Serang, Ahmad Mujini mengatakan, dari rumah makan yang diketahui buka dan melayani pembelu pada siang hari, terpaksa ditutup paksa oleh pihak satpol PP.
”Mereka tidak mengindahkan surat edaran yang dikeluarkan walikota Serang. Jadi, kami menutup paksa warung yang buka pada siang hari di bulan ramadhan ini,” kata Mujini di sela-sela penertiban berlangsung.
Menurut Mujini, penertiban warung makan di wilayah Kota Serang dilakukan hingga hingga mejelang lebaran nanti.”Jadi, kami siap pemantauan secara rutin terhadap semua warung makan yang ada di Kota Serang. Jika sudah diimbau, masih tetap buka, maka petugas merampas semua barang dagangannya,” ujarnya.
Pihaknya juga mengancam bakal mencabut izin dagang, jika pemilik warung makan masih tetap membandel. ”Tidak menutup kemungkinan akan dicabut izinnya. Satpol PP adalah penegak Perda, maka kami tidak akan memberikan ampun kepada pemilik warung yang membandel,” tegasnya.
Mengenai warung makan buka, Mujini mengakui kondisi itu disebabkan kurang tegas dari petugas Satpol PP. Sehingga, kali ini pihaknya berjanji bakal lebih tegas lagi dalam melakukan penertiban. “Kami ciptakan Kota Serang madani, semua orang harus mentaati imbauan Walikota,”ucapnya.
Sementara itu, salah satu pelayan warung yang berlokasi di Kaligandu, Rukiah mengaku setiap bulan puasa, warung itu selalu buka, mengingat didaerah tersebut banyak warga yang beragama non muslim. “Untuk menghargai warga muslim yang sedang beribadah, kami menggunakan penutup dengan rapih. Kalau ada warga muslim makan kesinih, kami tidak enak menolaknya,” kata Rukiah. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.