Sampah Pasar Ciputat 24 Kubik Per Hari

PAMULANG,SN—Dinas Kebersihan Pertamanan Dan Pemakaman Kota Tangsel menginginkan aset Pasar Ciputat segera dialihkan dari Kabupaten Tangerang menjadi milik Kota Tangsel. Peralihan aset dibutuhkan untuk memudahkan pengaturan dan manajemen pasar.
Kepala Bidang Kebersihan Oki Rudianto mengatakan lambatnya pengalihan aset PD Pasar Ciputat menjadi kendala utama ketidakteraturan di lokasi Pasar Ciputat. Terutama persoalan sampah yang dihasilkan para pedagang dan masyarakat.
“Informasi yang didapatkan Dinas Kebersihan bahwa seluruh aset sedang dibicarakan. Namun, untuk kepastiannya belum ada informasi. Hanya saja, menunggu pengalihan aset. Warga masyarakat selalu mempertanyakan kinerja dan fungsi dinas kebersihan,”ungkap Oki.
Menurut Oki Rudianto, setiap hari sampah disekitar pasar Ciputat mencapai 4 amrol. Dengan asumsi satu amrol enam kubik, setiap hari sekitar 24 kubik sampah diangkut oleh DKPP Kota Tangsel menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. “Hal ini sungguh menjengkelkan dan melelahkan karena sampah Pasar Ciputat seharunya menjadi masalah Kabupaten Tangerang, bukan tanggung jawab Kota Tangsel,” lanjut Oki.
Pihaknya sudah melakukan beberapa pertemuan dengan PD Pasar Ciputat. Dan menekankan agar sampah pasar Ciputat menjadi tanggung jawab PD Pasar Ciputat.  Namun, PD Pasar tidak mempunyai kemampuan menyediakan kendaraan angkut sampah karena kabupaten Tangerang tidak menyediakan mobil angkut sampah.
“Selalu saja pihak PD Pasar Ciputat mengatakan tidak ada kendaraan untuk mengangkut sampah pasar. Padahal semua retribusi kepada pedagang selalu diambil oleh pihak PD Pasar dan disetor ke Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun belum juga ada tindakannya,”ungkap Oki.
DKPP saat ini hanya bias menunggu terutama pengalihan aset Pasar Ciputat, Pasar Serpong menjadi Aset Kota Tangsel. Bila sudah dilakukan maka langkah pertama adalah membuat PD Pasar guna mengelola dan mengawasi pasar. “Tapi yang terpenting adalah aset dimiliki dahulu. Setelah itu, baru disosialisasikan siapa yang bertanggung terhadap pasar-pasar tersebut,”ungkapnya.
Sekretaris Koperasi Gotong Royong (Kosgoro) Kota Tangsel, Abdul Rozak mengatakan persoalan sampah sudah menjadi tanggung jawab Pemkot Tangsel. Apapun alasannya sampah harus mampu diatasi.
“Itulah konsekuensi Pejabat Publik. Yang pasti jangan pernah biarkan sampah menumpuk sehingga menimbulkan persoalan baru. Semuanya harus bertanggung jawab,” terangnya. (adn/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.