29 Siswa ‘Kroyokan’ Luncurkan Novel dan Majalah

Memebentuk kelompok untuk melahirkan karya novel dan majalah dalam bahasa inggris. Hal inilah yang dilakukan 29 siswa Candle Tree School Tangsel, dengan membawa genre anak muda, mereka melaunching novel dan majalah pertama mereka dan siap dijual secara online.
Mereka terbagi menjadi dua kelompok, masing-masing melahirkan karya novel dan majalah bergenre kehidupan anak muda. Uniknya, keseluruhan dalam dua karya mereka tersebut berbahasa inggris.
“Ini memang project pelajaran mereka, namun dengan menggabungkan empat mata pelajaran,” ungkap Fransiscus Prasongko, guru bahasa inggris yang akrab disapa Pras.
Selain bahasa inggris, mata pelajaran lain yang turut serta dalam penilaian adalah bahasa indonesia, komputer untuk grafis dan layout desain novel dan majalah, serta kewirausahaan dalam usaha memasarkan karya siswa tersebut.
Walaupun belum berencana dijual di berbagai toko buku besar di Indonesia, novel dan majalah seharga Rp 50 ribu per pich nya itu akan dijual secara online, via media sosial masing-masing pembuat karya.
Sementara itu, saat Satelit News datang berkunjung diacara launching majalah dan novel di aula sekolah mereka, kemarin (26/7), sebanyak 29 siswa tersebut mengemas acara launching seperti layaknya penulis ternama meluncurkan karya terbarunya.
Livena, salah seorang tim dari pembuat majalah Heath Magazine menceritakan, kalau majalah yang dibuat bersama ke sebelas temannya itu memang dirancang untuk bacaan anak muda. Menurutnya, kesemua artikel dikumpulkan, mulai dari bacaan khusus remaja pria dan wanita, lengkap terangkum di dalamnya.
“Rubrik maupun artikel yang dimuat, mewakili kebutuhan anak muda pria dan wanita. Kami memisahkannya dalam cover depan dan belakangnya,” jelas Livena.
Sementara itu Bella Helena, salah seorang yang tergabung dalam penulis novel berjudul A Pinky Promise itu menjelaskan, perlu waktu empat bulan dia dan ke 12 temennya untuk melahirkan novel setebal 218 halaman itu.
Menurutnya, novel berbahasa inggris tersebut memadukan budaya Indonesia dengan Korea.“Kami menyesuaikan dengan kesukaan anak muda sekarang, karena Korea sedang digemari, jadi kami menganggkat para tokoh dari Indonesia dan Korea,” ungkap Bella.
Secara umum, novel komedi romantis itu menceritakan kisah cinta anak muda jaman sekarang.Mulai dari tingkah kekonyolan, karakter, dan juga jiwa anak muda dituangkan dalam karya kroyokan mereka.
“Karena yang membuat novelnya sendiri kami remaja, jadi dijamin banget novelnya pun menceritakan kehidupan remaja seperti kami,” jelasnya. Walaupun masih peluncuruan pertama, Bella dan teman-temannya sudah memasarkannya via online, lewat twetter, facebook, maupun blog masing-masing kru.
Bella pun berharap, kedepan, novel maupun majalah yang sudah dicetak sebanyak 50 eksemplar ini akan laku secara online dan kedepan bisa mewarnai rak toko buku ternama di Indonesia. “Ini saja sudah banyak pemesanan, melihat respon teman-teman baik, rencana akan ada cetakan kedua yang meninggat berkali lipatnya,” tutur Bella. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.