Anggota DPRD Lebak Ditahan, Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

PANDEGLANG, SNOL Anggota DPRD Kabupaten Lebak, YS, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak asusila terhadap IN (18), alumni salah satu SMK swasta di Kabupaten Lebak tahun 2012. Bahkan, Sekretaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lebak itu langsung ditahan di Mapolres Pandeglang.
Proses penetapan YS sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara maraton, Rabu (25/7) lalu di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pandeglang. Dalam pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu, awalnya tersangka YS menolak semua tuduhan tindak pidana asusila yang ditanyakan petugas polisi.
Namun setelah saksi korban dan beberapa saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dihadirkan, tiga jam kemudian atau sekitar pukul 12.30 WIB, anggota Komisi B DPRD Lebak itu ditetapkan sebagai tersangka dan terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Pandeglang.
“Awalnya tersangka kami panggil untuk diperiksa, semua yang kami tanyakan disangkal. Tetapi setelah dihadirkan beberapa orang saksi dan kami konfrontir dengan tersangka, akhirnya sekitar pukul 12.30 WIB yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka dan dititipkan di sel tahanan Polres Pandeglang,” kata Kepala Unit (Kanit) PPA Polres Pandeglang, Bripka Choirul Anam, kepada Satelit News, Kamis (26/7).
Selain menahan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia hitam dengan nomor polisi A 1848 PA, satu unit ponsel merek Nokia X2, dan uang sebesar Rp 2,5 juta yang akan digunakan untuk menggugurkan kandungan korban.
Bripka Choirul Anam menambahkan, untuk dapat memeriksa tersangka, pihaknya telah mendapatkan izin dari Gubernur Banten bernomor 700/2077-Huk/2012 tertanggal 9 Juli 2012. Dalam kasus itu, kata dia, polisi telah memeriksa tidak kurang 14 orang saksi. Diantaranya saksi korban dan saksi di TKP. Selain itu, dalam proses penyelidikan, petugas juga mendapatkan keterangan yang menguatkan perbuatan tersangka, salah satunya dari buku tamu salah satu hotel di kawasan Pantai Carita.
“Dalam proses penyelidikan diketahui bahwa tersangka melakukan hubungan badan dengan korban di lima lokasi, yaitu di Alun-alun Pandeglang pada 7 Desember 2010, di halaman parkir RSU Berkah Pandeglang, di Jalan Raya Petir-Serang, SPBU Palima Serang dan di salah satu hotel di Carita. Karena tersangka juga melakukan hubungan itu di dalam mobil, makanya mobil itu kami amankan sebagai barang bukti,” terangnya.
Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Dhani Gumilar mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 285 dan atau Pasal 289. Untuk pelanggaran Pasal 81 dan 82, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun. Untuk Pasal 285 diancam hukuman penjara 12 tahun, dan Pasal 289 9 penjara.
“Kami kenakan pasal berlapis sesuai dengan tindakan tersangka dan penggunaan Undang-undang perlindungan anak, karena korban pada saat awal kejadian masih berumur 16 tahun. Kami juga masih akan memeriksa lebih intensif lagi si pelaku, bahkan bila perlu kita akan panggil psikolog untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku,” ungkap AKP Dhani.
Sementara YS saat diwawancari wartawan menyangkal semua tuduhan itu. Dia berkilah bahwa dirinya adalah korban, sebab tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan korban apalagi melakukan hubungan badan hingga hamil. Ketika ditanya perihal operasi yang dilakukan korban di RSUD Ajdi Darmo, Kabupaten Lebak, YS menyatakan bahwa itu bukan operasi pengguguran kandungan melainkan operasi kista. Namun karena ada pihak yang tidak senang akhirnya menghembuskan isu bahwa operasi itu adalah pengguguran kandungan hasil hubungan gelap dirinya dengan korban.
“Awalnya dia (IN, red) meminta bantuan untuk dibuatkan kartu Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah, red) karena akan dioperasi kista, saya pun membantunya, namun saya dituduh telah membantu menggugurkan kandungan. Ini semua bohong dan saya jadi korban dalam kasus ini,” kata wakil rakyat asal Kecamatan Cikulur itu. (mardiana/ari/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.