Bos Langit Biru Sembunyikan Uang di 15 Tempat

JAKARTA, SNOL Tersangka penggelapan uang nasabah koperasi Langit Biru Desa Cikasungka, Solear, Kabupaten Tangerang, Jaya Komara masih diperiksa intensif di Bareskrim Polri. Penyidik Direktorat Ekonomi  Khusus berhasil mendata aset aset milik Jaya. Dia punya sekitar 15 aset properti berupa rumah, tanah dan ruko di kawasan Tangerang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan, Jaya yang ditangkap Selasa lalu di hotel Kalsa Indah Purwakarta bersama istrinya, dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. “Dia juga akan dikenakan Undang-Undang Pencucian Uang,” kata Boy.
Aset-aset Jaya itu kini masih diteliti oleh penyidik. Jika nanti terbukti uang yang digunakan untuk membeli properti berasal dari dana nasabah, maka aset itu akan disita. “Kita akan libatkan tim penilai independen atau ahli apraisal publik, satu persatu diteliti,” kata mantan Kapolres Pasuruan Jawa Timur itu.
Jaya juga menyimpan uangnya secara cash atau tunai. “Dia mengaku tak punya banyak rekening, hanya dua satu milik istrinya. Uangnya disimpan di rumah,” kata seorang penyidik yang menangani kasus ini.
Uang yang disimpan secara tunai ini memang lebih susah dibuktikan asal muasalnya. Jika menggunakan transaksi bank, jejak digital dari dan kemana uang itu bisa digunakan di pengadilan. “Kalau cash maka satu-satunya yang bisa dilakukan adalah mendapatkan pengakuan,” tambahnya.
Boy mengaku mendengar soal uang tunai dalam jumlah banyak itu. “Tapi, yang sudah diperlihatkan penyidik pada kita baru yang ransel isi Rp 41 juta itu,” katanya. Saat ditangkap Jaya memang membawa uang sebanyak Rp 41,716 juta yang disimpan dalam ransel warna biru.
Selain Jaya, istrinya berinisial TI juga ditetapkan sebagai tersangka. TI diduga terlibat dalam mengendalikan koperasi Langit Biru yang akhirnya gagal membayar uang investornya hingga hitungan triliunan itu. “Istrinya mempunyai usaha angkutan di Purwakarta, asetnya sekitar Rp 3,5 miliar,” kata Boy.
TI juga diduga mengetahui aktivitas suaminya memutar uang nasabah dan investor. “Keduanya dijerat pasal yang sama,” tambahnya. Kemarin, Jaya ditanya 33 pertanyaan, sedangkan istrinya 25 pertanyaan.
Koperasi Langit Biru mulai kolaps sejak pertengahan Juni lalu. Karena tak sabar, ribuan nasabah mengamuk dan merusak kantor. Sejak itu, Jaya lari hingga akhirnya dibekuk tim buru sergap Bareskrim di Purwakarta karena sinyal ponselnya terdeteksi.
Sementara itu, Jaya Komara dan istrinya digelandang penyidik Bareskrim Polri kemarin sore, ke Desa Cikasungka, Solear, Kabupaten Tangerang. Bos Koperasi Langit Biru dan istrinya tersebut dibawa dengan menggunakan mobil sedan kepolisian dan dikawal tiga orang polisi.
Dengan mengenakan baju tahanan, Jaya Komara beserta istri masuk ke dalam mobil petugas. Jaya Komara berada di jok belakang, sementara istrinya berada di jok depan. “Kemarin penyidik bersama yang bersangkutan dan istrinya melakukan penelusuran aset,” Boy Rafli Amar.
Menurut Boy, dalam penelusuran aset tersebut penyidik melakukannya dengan cara konvensional dimana pelaku dibawa untuk menunjukkan sejumlah asetnya. “Kita melakukannya dengan cara konvensional, dimana membawa yang bersangkutan ke Tangerang,” ujarnya.

Ditangani Tim Khusus
Polresta Tangerang membentuk tim khusus guna melakukan pemeriksaan terhadap Jaya Komara terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabahnya yang nilainya ditaksir hingga enam triliun rupiah. “Pemeriksaan Jaya Komara telah dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk oleh kami. Sedangkan untuk penahanannya sendiri tetap di Mabes Polri di Jakarta,” kata Kapolres Kota Tangerang, Kombes Bambang Priyo Andogo di ruang kerjanya Jumat (27/7).
Kapolres menjelaskan, tim khusus yang merupakan gabungan Polres Kota Tangerang dan Bareskrim Mabes Polri tersebut telah memeriksa Jaya Komara di ruangan khusus Polres Kota Tangerang dengan pengawalan ketat. Sebelum dibawa oleh tim khusus Polres Kota Tangerang ke Polres Kota Tangerang, Jaya Komara dibawa terlebih dahulu ke Mabes Polri sebelum menjalani rangkaian pemeriksaan yang telah ditentukan oleh tim penyidik.
“Sebelum penangkapan, kami telah menerjunkan 15 anggota Polres Kota Tangerang yang ahli di bidangnya masing-masing. Alhamdulilah anggota kami berhasil mengindentifikasi keberadaan dan menjemput pelaku, serta langsung membawa ke Mabes,” papar Kapolres.
Usai pemeriksaan terhadap Jaya Komara tersebut, pihaknya meyakinkan akan ada penambahan tersangka. “Sudah bisa diprediksikan akan ada penambahan tersangka dalam kasus ini, namun kita lihat saja dulu. Karena hasil penyidikannya belum diserahkan ke saya,” ujar mantan Kepala Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Lido ini. (hendra/rdl/deddy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.