Sejumlah Titik JLS Rusak Parah

SETU,SNOL Jalan Lingkar Selatan (JLS)di Kecamatan Setu Kota Tangsel rusak berat. Kondisi tersebut dikeluhkan warga maupun pengendara yang melintas jalan penghubung dengan Kabupaten Tangerang itu.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan dimulai dari pertigaan belakang Puspiptek Kelurahan Muncul hingga Desa Kranggan. JLS yang dibangun oleh Pemkab Tangerang kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Jalan tersebut dipenuhi lubang dan retak-retak. Rusaknya jalan diakibatkan truk yang melintas melebihi tonase. Di sepanjang jalan tersebut didominasi truk bermuatan material pasir basah maupun muatan tanah merah.
Warga Muncul, Senan mengatakan rusaknya jalan sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Jalan tersebut memang banyak dilalui truk-truk besar bermuatan material berasal dari Rumpin, Kabupaten Bogor dan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kerusakan jalan tentunya membahayakan bagi pengendara sepeda motor.
“Kalau tidak hati-hati pengendara sepeda bisa jatuh. Soalnya jalan bergelombang dan banyak retakan,” ungkapnya. Dikatakan Senan, jika kemarau jalanan akan sangat berdebu. Sedangkan, jika musim hujan tidak becek. Saat ini JLS titik yang rusak betonnya dihancurkan oleh Pemkot Tangsel lantaran akan diperbaiki kembali.
“Sekarang jalan macet, beton-beton dihancurkan. Katanya sih jalannya mo dibetulin,” katanya. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan saat ini JLS sedang dalam perbaikan. Perbaikan di jalan tersebut sepanjang 800 meter dengan anggaran Rp 4,2 miliar.
“Titik yang rusak parah, kita hancurkan betonnya kemudian kita perbaiki kembali,” ujarnya saat didampingi Kepala Seksi Leger Jalan, Mahyudin. Menurut Aries kerusakan di sepanjang JLS akibat kendaraan berat yang melintas melebih tonase. Padahal, maksimal beban material jalan tersebut maksimal 10 ton.
“Namun, truk yang melintas diatas beban maksimal. Ditambah muatan truk berisi pasir basah. Musuh dari beton adalah beban dan air. Sehingga jalan cepat rusak,” terangnya.   Dirinya pun meminta kepada Pemprov Banten untuk membangun jembatan timbangan untuk truk di JLS. Jika muatan tidak dibatasi jalan akan lebih cepat rusak.
“Kalau untuk pembangunan jembatan timbang kewenangan Pemprov Banten,” ucapnya. Kepala Seksi Leger Jalan Dinas BMSDA Kota Tangsel Mahyudin menambahkan saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan. Namun, perbaikan hanya spot-spot yang rusak saja sepanjang 800 meter. Dengan lama pengerjaan empat bulan ke depan.
“Beton yang rusak kita hancurkan, kemudian diperbaiki. Kalau hanya tambal sulam akan cepat rusak kembali. Bulan bulan Juli ini klta mulai perbaikan,” ucapnya. Iapun menghimbau bagi pengendara agar tidak melintas sementara di JLS karena sedang dalam perbaikan. Kondisi ini dipastikan akan menghambat pengendara menuju Cisauk maupun arah sebaliknya.
“Kita minta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan. Namun, perbaikan jalan ini untuk kepentingan masyarakat juga,” ungkapnya. (irm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.