Tim Voli PON Antisipasi Angin Pantai

TANGERANG,SNOL Persiapan cabor bola voli pantai Banten menghadapi PON XVIII di Kalimantan Timur terus dimaksimalkan. Khususnya untuk mengantisipasi kondisi cuaca di pantai di Bandar Sri Laksamana, Bengkalis, Riau tempat pelaksanaan cabor bola voli pantai.
Antisipasi angin pantai menjadi agenda utama pelatih bola voli pantai Banten Elan Herlan setelah para pemain Banten menjalani try out dengan mengikuti Kejuaraan bolavoli pantaiĀ  Gubernur Cup 2012 di Pantai Sanur Bali, medio Juli 2012. Saat itu, pasangan Banten tak mampu membaca arah angin di Pantai Sanur sehingga kerap melakukan kesalahan sendiri.
“Terutama saat servis pemain terlalu jauh melempar bola sehingga arah bola berubah terkena tiupan angin. Teknik dasar ini yang kita benahi selama puasa ini, karena saat di Bali (Gubernur Cup, red) kita banyak kehilangan poin karena hal ini,” jelas Elan, Jumat (27/7) sore di Lapangan Voli Pantai Rumah Sakit Sari Asih Ar-Rahman, Kota Tangerang.
Selain itu, reserve (pengembalian bola pertama) Ratna Febriani dkk juga terus dilatih mengingat kejadian yang sama saat servis. Bola yang berubah arah karena tiupan angin membuat pemain harus ekstra konsentrasi saat melakukan reserve.
Terkait kondisi angin pantai yang akan mempengaruhi jalannya pertandingan, Elan mengaku sudah mendapat izin dari manajer tim voli pantai Banten H Marsudi Haryo Putro untuk bisa menggelar latihan khusus di kawasan pantai. Ini sebagai antisipasi dan adaptasi pemain akan cuaca dan angin pantai.
Hal ini diamini oleh H Marsudi Haryo Putro yang menyatakan saat ini tim yang diperkuat pemain kembar Desti Ambarwati dan Dewi Murniati tinggal mengasah kemampuan mengatasi hembusan angin pantai dan memperkuat mental bertanding.
“Disini (Lapangan Ar-Rahman, red) anginnya sepoi-sepoi, beda saat tampil di Bali angin pantai sangat kuat. Makanya, nanti kita akan coba latihan di pantai selama seminggu, jelang keberangkatan ke Riau,” jabar Marsudi.
“Mental bermain anak-anak juga akan kami coba tingkatkan lagi, terutama agar memiliki mental yang tinggi saat menghadapi tim yang dikenal memiliki kemampuan bagus,” tambah Komisaris RS Sari Asih Group itu.
Selain melaksanakan latihan di pantai, Marsudi juga akan memasukkan anggota tim dalam sebuah rumah. Sehingga terjalin komunikasi dan perasaan satu hati di lapangan yang lebih baik.
“Selain itu kami mau konsentrasi atlet asal Serang Desti dan Dewi tak terpecah karena harus pulang balik Serang-Tangerang. Mulai, Senin (30/7) mereka masuk mes,” tandas Marsudi. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.