Karyawan Gajah Tunggal Curi Mesin Rp 3,8 M

TANGERANG,SNOL Kepolisian Polsek Jatiuwung membekuk tiga pelaku pencurian mesin modifikasi curing press Beam PCI atau alat untuk mengepres milik PT Gajah Tunggal yang harganya mencapai Rp3,8 miliar. Ketiganya merupakan karyawan perusahaan tersebut yang sudah dipecat lantaran beberapa hari bolos kerja. Dedi, bagian Engineering yang diduga sebagai otak pencurian mesin tersebut hingga kemarin masih buron.
Juru Bicara PT Gajah Tunggal Jadotman Girsang megatakan, selain melaorkan kasus pencurian tersebut, karyawan yang melakukan pencurian juga sudah dipecat. “Karena sudah enam hari secara berturut-turut Dedi tidak masuk kerja tanpa ada pemberitahuan secara resmi kepada perusahaan, maka dia sudah dipecat secara sepihak. Apalagi Dedi sudah dua bulan tidak masuk kerja,” katanya, Senin (30/7).
Seperti diketahui, pabrik terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang itu dibobol maling. Akibatnya, perusahaan mengalami kerugian berkisar Rp 3,8 milir. Parahnya lagi, pencurian itu didalangi karyawan bagian mesin dan petugas keamanan.
Dedi sendiri merupakan bagian Engeneering yang sudah bekerja 20 tahun di perusahaan ban tersebut. “Dalam kasus ini, tiga orang tersangka, berinisial RS, seorang petugas keamanan, AS, dan BW, selaku kontraktor yang memodifikasi mesin pengepres ban juga sudah diamankan Polsek Jatiuwung. Sementara Dedi, yang diduga sebagai otak pencurian itu melarikan diri,” bebernya.
Menurut Jadotman, sejak kasus ini ditangani Polsek Jatiuwung dan mengetahui petugas security ditahan polisi dalam kasus pencurian mesin pres itu, Dedi langsung menghilang dan tidak pernah masuk kerja lagi. “Padahal karyawan yang sudah bekerja 20 tabun itu belum ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat polisi. Hanya mendapat kabar kalau sedang berurusan dengan polisi,” ungkap Jadotman.
Jadotman menegaskan, PT Gajah Tunggal telah menyerahkan kasus pencurian itu ke Polsek Jatiuwung, untuk mengusutnya secara tuntas. Apakah ada lagi karyawan lain yang terlibat selain Dedi dan RS? “Kita tunggu aja hasil penyelidikan polisi,” imbuhnya.
Saat ditanya lemahnya sistem keamanan karena pencurian itu dilakukan sejak tahun 2010 lulu, Jadotman berdalih kalau barang yang dicuri itu sudah tidak dipakai lagi yang rencanya mau dimodifikasi. “Rencannya kita akan modifikasi barang itu, namun keburu dicuri,” singkatnya.
Group Executif Vice President Of Human Resources and General Affairs PT Gajah Tunggal Benny Gozali menyatakan pencurian itu tidak mempengaruhi produksi ban. “Dengan adanya kasus tersebut secara otomatis ada pembenahan di dalam supaya tidak terulang lagi dimasa yang akan mendatang,” singkat Benny. (pane/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.