Panitia UMB Untirta Dituding Lakukan Pungli

SERANG, SNOL Proses seleksi ujian masuk bersama (UMB) tahun 2012 yang digelar Universitas Negeri Tirtaysa (Untirta) Serang sejak tanggal 22 Juli lalu, diduga diwarnai aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah oknum pegawai di Kampus tersebut.
Pungli dilakukan oleh oknum staf dan dosen di masing-masing fakultas. Setiap pendaftar dikenakan tarif antara Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta. Sedangkan proses ujian UMB yang baru kali pertama digelar tahun ini, sudah berlangsung 22 Juli lalu, dan pengumuman hasil UMB dilakukan, Selasa (31/7) hari ini melalui website Untirta.
”Pendaftar UMB itu sekitar 6 ribu orang, kuotanya 1.500 untuk 6 fakultas yang ada di Untirta,” kata salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan identitasnya kepada wartawan di Kota serang, Senin (30/7).
Menurut dia, dalam proses seleksi UMB, Otoritas penentu kelulusan sepenuhnya ada di tangan Rektor, dengan ketentuan nilai tertinggi para peserta. Namun, dari tingginya jumlah pendaftar yang masuk, sehingga menuai potensi persaingan yang ketat. “Disitulah banyaknya peluang praktek pungutan liar, atau praktek penitipan di setiap fakultas,” ujarnya.
Praktik pungli itu dilakukan secara terbuka. Akibat pungli, maka siswa berprestasi, terlebih dari kalangan tidak mampu, memiliki kans yang minim untuk bisa lulus. Kemudian, lanjut dia, ada tiga kategori yang diutamakan saat kelulusan itu. Pertama, titipan seseorang dengan nominal paling besar. Kedua, titipan dengan nominal yang tidak terlalu besar namun nilai ujiannya bagus, dan terakhir titipan dari orang berpengaruh.
”Setiap fakultas tidak ada yang berani mengeluarkan kwitansi atas pungli yang dilakukan. Imbasnya, ketika si peserta dinyatakan tidak lulus, maka ia dan pihak keluarga tidak bisa menuntut agar uangnya dikembalikan. Tapi ada juga sebagian yang mengembalikan uang manakala titipannya tidak lulus,” ucapnya.
Ketua panitia seleksi UMB yang juga wakil Rektor 1 Untirta Benny Irawan, saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya dugaan pungli dalam proses seleksi UMB itu enggan mengomentari dengan alasan kewenangan rektor sebagai penanggungjawab.
“Maaf saya lagi rapat, soal itu (pungli,red) silahkan tanya ke rektor aja langsung sebagai penanggungjawab,” kata Benny melalui pesan singkat.
Rektor Untirta Prof Soleh Hidayat, membantah adanya pungutan liar dalam proses seleksi UMB. ”Kalau ada laporan terkait dugaan tersebut untuk segera melaporkan ke pihak rektor untuk diproses,” kata Soleh. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.