Sedot Air Tanah Berlebihan, Paragon Square Didemo

TANGERANG,SNOL Lantaran diduga menyedot air bawah tanah (ABT) secara berlebihan, warga RT.02 dan RT.03/07,  Kampung Buaran, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang mengancam akan pelakukan penyegelan proyek Apartemen Paragon Square yang dianggap merugikan warga, yakni berupa kekeringan di lingkungan warga tersebut.
Apartemen yang masih dalam pembangunan itu juga dianggap warga telah menyebabkan kekeringan di areal RT.02 dan RT.03/07. “Gara-gara pembangunan apartemen dekat pemukiman kami, air ditempat tinggal kami kering. Awalnya pengembang bilang pembangunan menggunakan air PDAM, ternyata mereka menyedot air bawah tanah,” kata Yeni, Ketua RT.03/07.
Karena terus mengalami kekeringan, warga sempat membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. “Tapi, karena kami tahu bahwa kekeringan ini tidak wajar dan kami duga berasal dari adany proyek apartemen ini, kami pun menuntut agar pengembang menghentikan proyeknya. Atau kami segel tempat ini,” tutur Selasa (31/7).
Sementara Een, warga pengunjuk rasa juga menjelaskan bahwa sebelumnya pihak pengembang pernah menjanjikan akan memberikan uang ganti rugi atas kebisingan sebesar Rp1,5 juta per KK, akan tetapi hampir 2 bulan pembangunan tidak ada realisasi hingga saat ini. “Pengembang kebanyakan janji, dulu waktu mau bangun bilang mau dibuatkan jalan air, dikasih uang kebisingan, tapi mana? semua bohong,” keluhnya.
Kordinator Aksi, Maya mengatakan pihaknya sudah 4 kali melakukan protes dan unjuk rasa ke pengembang. “Kami sudah beberapa kali negosiasi dengan perwakilan pengembang, namun belum mendapatkan kepastian ganti rugi dan tanggung jawab pengembang terkait sulitnya air bersih warga sejak pekerjaan pembangunan,” tutur Maya.
Dia bersama warga lainnya memberikan waktu bagi pengembang untuk berfikir hingga Selasa (31/7), dan apabila warga juga tidak mendapatkan kepastian terkait hal tersebut maka warga akan menutup paksa proyek pekerjaan yang kini sudah memasuki tahapan pemasangan tiang pacang. “Kami minta proyek dihentikan sebelum ada kejelasan,” singkatnya.
Di akhir aksinya, warga menyebutkan, menuntut pihak pengembang membayar ganti rugi atas kekeringan air yang merupakan dampak dari pembangunan apartemen dan kerugian atas dampak kebisingan yang terjadi akibat pembangunan sebesar Rp1,5 juta. Adapun warga yang berhak mendapatkan ganti rugi sebanyak 247 KK dari dua RT.
Fajri, Pengacara PT Paragon Square mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan langsung tuntutan warga. Namun begitu, aspirasi warga ini akan ditampungnya dan akan dibawanya kepada pimpinan atau pemilik perusahaan. “Hari ini (kemarin) kalau ada nominal ganti ruginya, kami akan laporkan ke pimpinan. Saya pastikan akan menjembatani masalah warga ini dengan pimpinan disini,” singkatnya. (pane/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.