Preman ABG Serang Warnet, 1 Pengunjung Sekarat

TANGERANG, SNOL Gara-gara tak diberi uang ketika memalak, puluhan anak baru gede (ABG) mengamuk dan merusak Warnet Butterfly di Jalan Mutiara Pluit, Blok-B1, No. 10, RT.06/01, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Rabu (31/7), sekitar pukul 02.00 dinihari.
Akibat amukan para preman ABG tersebut, satu orang pengunjung warnet mengalami sekarat dikeroyok puluhan preman itu, sedangkan 5 orang pelaku pengrusakan berhasil diamankan jajaran Polsek Jatiuwung. Sementara 15 pelaku lainnya masih dicari.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa pemalakan bermula terjadi pada Selasa (31/7), sekitar pukul 24.00 WIB. Awalnya, tersangka AD (17) bersama empat rekannya datang ke warnet dan memalak penjaga dan pengunjung. Namun mereka menolak memberikan uang dan melawan AD.
Karena kalah jumlah, AD dan empat rekannya pulang dan memanggil teman-temannya yang tak jauh dari warnet pada Rabu (1/8) sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian mereka kembali dengan membawa senjata seperti bambu, kayu dan batu. Mereka pun langsung menghancurkan pintu kaca warnet.
Setelah melakukan pengrusakan, mereka kemudian pulang. Lalu peristiwa itu dilaporkan oleh pemilik warnet yanbg didampingi warga ke Polsek Jatiuwung. Dalam waktu singkat, petugas berhasil menangkap lima pelaku yang masih di bawah umur.
“Kelima pelaku yang kami amankan ini masih usia belasan. ABG-lah bahasanya. Antara lain, AD (17), EK (16), RD (11), RW (17), dan SK (19). Mereka ditangkap di kampung di kawasan Periuk,” kata Kompol Ojo Ruslani, Kapolsek Jatiuwung, Rabu (1/8).
Menurut Ojo, puluhan remaja itu adalah teman satu kelompok yang sering berkumpul. “Mereka sering nongkrong bareng. Perlawanan yang dilakukan pengunjung warnet membuat mereka marah, sehingga mereka minta bantuan teman-temannya untuk melakukan penyerangan,” jelasnya.
Sementara itu, tersangka AD, kata Kapolsek, mengaku baru kali ini melakukan pemalakan. Remaja yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen ini memalak untuk tambahan beli rokok. “Pelaku cuma minta ditambahin uang untuk beli rokok. Itu juga baru sekali. Tapi tidak dibenarkan kalau sampai harus merusak warnet,” singkat Ojo.
Saat ini, polisi mencari 15 pelaku lainnya. Sementara lima tersangka ditahan di Polsek Jatiuwung. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (pane/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.