Ratusan Buruh PT Pratama Protes Potongan Pajak THR

SERPONG UTARA,SNOL  Jumat (3/8) malam, ratusan buruh melakukan aksi demo atas kebijakan perusahaan PT Pratama Abadi Industri (PAI) Jalan Raya Serpong, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Kota Tangsel. Ratusan buruh yang setiapharinya mengerjakan sepatu bermerk Nike ini protes atas pemotongan pajak besaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan.
“Pajaknya cukup besar. Makin tidak adil menurut kami, THR karyawan yang sudah bekerja selama 12 tahun sama dengan THR karyawan yang belum genap dua tahun bekerja,” keluh Eneng, karyawan yang bekerja di bagian Sewing di PT PAI.
Jelasnya, karyawan yang sudah 12 tahun bekerja diberi THR sebesar Rp1,7 juta. Sedangkan karyawan yang baru bekerja baru 1,5 tahun diberi THR sebesar Rp1,6 juta. “Jadi bentuk penghargaannya dimana bagi karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun,” kata Eneng.
Dalam aksinya para buruh ini melakukan unjukrasa di depan gerbang PT PAI. Beruntung saat aksi, piluhan petugas dari Polsek Serpong langsung turun mengamankan aksi. Selang satu jam, aksi bubar dan para buruh kembali ke rumah masing-masing.
Kapolsek Serpong Kompol Nico Andreano Setiawan, Jumat malam, mengatakan demo tersebut berlangsung spontan dan tanpa pemberitahuan. Beruntung setelah diberi himbauan oleh polisi, para buruh langsung dapat membubarkan dengan tertib.
“Semua kondusif. Para buruh spontan melakukan aksi demo. Mereka meminta haknya. Pengamanan dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Sabtu (4/8),demo lanjutan kembali terjadi. Dalam demo kali ini, HRD PT PAI,Dida  terkena pukul karyawannya serta dua karyawan personalia terkena pukul dan dibawa kerumah sakit Sari Asih. Demo yang meminta penghapusan pajak THR ini, akhirnya menemui kesepakan, dimana perusahaan akan menanggung potongan pajak THR yang dinilai memberatkan buruh.
HRD PT PAI, Dida yang terkena pukul pada bagian bibirnya mengatakan, pihak perusahaan akan menanggung pajak THR yang dibebankan kepada buruh. “Kita akan menanggung pajak tersebut,” ungkap Dida yang ditemani pihak Manager dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Kepolisian dan Koramil.
Dida mengatakan, untuk THR Tahun ini PT PAI, harus membayar sebesar Rp 70 miliar untuk 15 ribu karyawannya. “Berapa besar pajak yang harus kita tanggung, jika semua karyawan meminta pajaknya dibayarkan perusahaan,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Ketua SPSI PT Pratama Abadi Industri Fanny Sompie, menerangkan, hasil pertemuan Sabtu pagi dengan pihak perusahaan sudah didapati kesepakatan. Dimana perusahaan akan menanggung potongan pajak THR yang dinilai memberatkan buruh. “Tadi (4/8), sudah ada pertemuan dengan pemilik perusahaan dan perwakilan buruh. Intinya semua sudah berjalan normal. Perusahaan memenuhi tuntutan buruh terkait dengan pajak. Dimana, perusahaan yang akan menanggung potongan pajak THR,” kata Fanny.
Lebih lanjut soal besaran THR Yang tidak berbeda jauh dengan karyawan baru dan lama, Fanny menjelaskan ini ada kesalahan penafsiran. Diterangkannya, buruh yang bekerja dibawah 3 tahun, hanya mendapakan satu kali upah. Sedangkan diatas 3 tahun, bakal mendapat satu kali upah ditambah dengan tunjangan profesi yang melekat. “Jadi yang diatas tiga tahun itu THR nya dihitung juga atas tunjangan kerja,” ucapnya.
Sementara Kepala Dinsosnakertrans Kota Tangsel, Purnama Wijaya mengatakan, ini merupakan masalah internal perusahaan, namun dinsosnakertrans menyayangkan adanya kekerasan dan perusakan saat unjuk rasa Sabtu kemarin. “Semua karyawan berhak melakukan unjuk rasa, namun dengan cara yang baik, tidak dengan kekerasan. Bisa melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak perusahaan,” ungkap Purnama.
Purnama mengatakan, pajak penghasilan ataupun pajak THR akan merupakan aturan dari Kementerian Keuangan, dimana pajak penghasilan dibebankan kepada masing-masing individu atau karyawan. Atau merupakan ketentuan dari wajib pajak. Jika para karyawan merasa keberatan dengan pajak yang memang seharusnya mereka tanggung, harusnya ada komunikasi antara karyawan dengan pihak perusahaan.
Lanjut Purnama, harus ada sinergitas yang tumbuh antara perusahaan dan karyawan, jika memang perusahaan tersebut mampu membayar pajak yang harusnya dibebankan oleh karyawan, perusahan dapat melakukannya namun jika perusahaan tersebut tidak mampu untuk dibebankan, karyawan harus mengerti akan kondisi tersebut.
Dia menjelaskan, untuk keluhan para buruh dimana THR karyawan baru dengan karyawan lama hampir sama, Purnama menjelaskan berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 4 tahun 1994 Pasal 4 Ayat 2 menyebutkan, Tunjangan Hari Raya Keagamaan diberikan sesuai Keputusan Pemerintah (Per.Men. No.Per.04/Men/94). Sesuai Pasal 4 ayat 2, THR dibayarkan selambat lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya. Untuk Perhitungan THR dia mengatakan Pekerja dengan masa kerja kurang dari 3 bulan, tidak mendapat THR. Pekerja dengan masa kerja 3 bulan atau lebih tetapi masih kurang dari 4 bulan mendapat THR sebesar 25% dari Gaji Pokok. Pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih mendapat THR sebesar 100% dari Gaji Pokok. “Pembagian THR sudah diatur dalam Permenaker, kami berharap H-7 PT PAI mudah-mudahan dapat mematuhi peraturan yang ada,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, dalam demo yang lanjutan Sabtu (4/8), HRD PT PAI terkena pukul dibagian bibir, dan dua karyawan dibagian personalia pun terkena pukul, empat kaca jendela rusak akibat unjuk rasa yang dilakukan para buruh tersebut. (irm/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.