Curi Pagar, Asep Divonis 5 Bulan

SERANG,SNOL Muhamad Asep (21), divonis lima bulan pejara dalam kasus pencurian pagar milik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) senilai Rp Rp 500 ribu oleh majlis hakim pengadilan negeri (PN) Serang, Senin (6/8).
Sidang yang dipimpin majelis hakim Poltak Sitorus, jaksa penuntut umum (JPU) Erianto N dari Kejari Serang mendakwa pelaku dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman dengan ancaman diatas enam tahun penjara. Sidang tersebut hanya berlangsung kurang lebih 45 menit. Merupakan yang tercepat sepanjang sejarah di PN Serang.
Dalam pembacaan dakwaan tersebut terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum menerima, dan mengakui kesalahannya. Atas persetujuan majelis hakim, JPU kemudian melanjutkan persidangan dengan agenda tuntutan.
JPU mempertimbangkan pengakuan terdakwa, yang mengaku khilaf telah bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum, telah mencuri pagar besi milik IKPP, serta barang curian itu belum sempat dijual, lantaran keburu ketangkap petugas kemanan. Terdakwa dituntut delapan bulan penjara.
Asep, warga kampung Pabrik, Desa Tegal Maja, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, menerima dan tidak akan mengajukan pledoi atas tuntutan.
Setelah mendengarkan jawaban terdakwa atas tuntutan tersebut, JPU dan majelis hakim melakukan negosiasi agar sidang tersebut langsung ke agenda putusan. Dari beberapa tahapan terdakwa mengakui semua kesalahan yang sudah diperbuat hingga akhirnya, majlis hakim memutuskan dan langsung menjatuhkan putusan 5 bulan, lebih ringan 3 bulan dari tuntutan JPU.
Ketua Majelis Hakim PN Serang, Poltak Sitorus, usai persidangan menyatakan, semua tahapan persidangan dilalui dengan mempertimbangan terdakwa. ”Dari semua keterangan terdakwa bahkwa dirinya mengakui dan tidak mengajukan keberatan. Maka, hakim tidak perlu lagi mencari saksi-saksi lain, karena dianggap sudah cukup bukti, dan itu semua disetujui terdakwa,” kata Sitorus.
Muhamad Asep ketangkap basah petugas kemanan PT IKPP dikawasan modern Cikande, membawa tiang pancang pagar perusahaan, saat itu Asep bersama dua temanya yang saat ini masih menjadi buronan polisi sector Cikande. Saat kejadian sekitar pukul 22.30 tanggal 16 Juni 2012. Terdakwa usai bekerja disalah satu perusahan, berniat pulang ke rumah, namun dalam perjalanan bersama Yadi dan Dadan teman seperusahaan nya melihat tiang pancang dari besi yang mau roboh, dengan inisiatif Asep tiang pancang tersebut diambil dan rencananya akan dijual.
Tetapi belum selesai mengambil besi tersebut ketiganya keburu ketangkap petugas kemanan. Asep yang tidak bisa lari, berhasil ditangkap petugas kemanan, smeentara dua temanya yakni Yadi dan Dadan berhasil melarikan diri. Hingga Asep disidang di PN Serang dengan putusan 5 bulan penajra. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.