Proyek Bengkel Body Repair Disegel

CIPUTAT,SNOL Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangsel menyegel proyek pembangunan bengkel dan body repair di kawasan Jalan KH Dewantoro, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan, Senin (6/8). Penyegelan dilakukan karena proyek di atas tanah seluas satu hektare itu belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Kami sudah melakukan peringatan sebelumnya namun tidak pernah digubris, karenanya hari ini kami segel” ungkap M Haeroni, Kasi Operasional Pol PP Tangsel saat melakukan penyitaan barang PT. Motoreko Mobilindo. Lebih lanjut Haeroni mengatakan, pembangunan bengkel dan body repair di atas lahan sekitar satu hektar tersebut, sudah berjalan selama empat bulan lalu. Namun hingga kini belum juga mengantongi IMB.
“Ini sudah pelanggaran terhadap Perda no 14 tahun 2011 tentang Ijin Mendirikan Bangunan” imbuhnya. Haeroni menambahkan pihaknya tidak ingin memberikan toleransi mengingat pihaknya sudah memberikan peringatan.
“Kami akan melakukan tindakan tegas, karena ini sudah pelecehan terhadap pemerintah daerah,” tandasnya. Selain melakukan penyegelan, SatPol PP juga menyita sejumlah barang yang digunakan untuk melakukan pembangunan seperti cat kaleng besi dan kayu, gas elpiji ukuran besar dan kecil sebanyak satu buah, alat las, kable dan selang mesin las hingga seng panjang.
Pelaksana proyek, Soesno mengatakan pihaknya tidak tahu menahu mengenai perijinan. Menurutnya, segala perijinan telah diurus oleh owner PT. Motoreko Mobilindo. “Kata ownernya, proses perijinan sudah diurus dan sedang dalam proses,” ujarnya. Mengenai kelanjutan dari proyek, Soesno mengatakan belum tahu.
Dirinya mengaku hanya akan mengikuti perkembangan yang ada saja. “Kami juga tidak berniat melawan pemerintah. Jika memang harus menunggu ijin keluar dulu ya kita tuunda pembangunannya,” ucapnya. Tidak hanya itu, ditanya bagaimana dengan barang-barang yang disita oleh Satpol PP tersebut? Dia menjelaskan, pihaknya akan diurus oleh owner.
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, penyegelan yang dilakukan oleh BP2T maupun Satpol PP Kota Tangsel pasti ada mekanisme atau tahapan yakni peringatan, penyegelan hingga pembongkaran.
“PT tersebut sudah diberikan peringatan terlebih dahulu, sehingga dilakukan penyegelan dan penyitaan oleh Satpol PP maupun BP2T,”ungkapnya. Namun Benyamin menyayangkan adanya pembangunan, sebelum memiliki ijin membangun. “Kita menyayangkan adanya pembangunan sebelum ijin keluar, namun kami tidak pungkiri keterbatasan sumber daya manusia dibidang pengawasan menyebabkan ini terjadi,”ujarnya. (irm/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.