Proses Pemutakhiran Pemilih Terhambat Form

TIGARAKSA,SNOL Proses pendataan pemutakhiran data pemilih dalam Pemilihan Umum Bupati/ Wakil Bupati Tangerang 2012 terancam molor. Sebab hingga sejak  KPU telah menyatakan memulai tahapan pemutakhiran data, Sabtu  4 Agustus lalu, hingga saat ini Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) belum bisa bekerja meski telah menerima data pemilih Model A.
Hal ini lantaran petugas belum bisa melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) karena belum menerima perangkat kerja berupa form NCR (karbonisasi). Belum diterimanya form NCR ini dikhawatirkan akan berimbas pula pada mundurnya salah satu tahapan yang paling krusial sehingga akan menghambat pelaksanaan Pemilukada mendatang. Padahal, program karbonisasi disebut-sebut sebagai salah satu terobosan KPU Kabupaten Tangerang dalam proses pendataan pemilih.
Keterlambatan pembuatan NCR ini dibenarkan oleh Kasubag Umum KPU Willy Patria selaku Penangung Jawab Pengadaan NCR. “Memang benar hingga saat ini, kami belum menerima form NCR dari rekanan,”ujar Willy. Willy mengatakan, dengan keterlambatan  ini,  KPU  telah mengajukan komplain terhadap rekanan yang menjadi pemenang tender tersebut. “Kami telah mengajukan keberatan atas adanya keterlambatan tersebut,” jelas Willy.
Namun begitu kata Willy, pihaknya berharap agar di minggu-minggu ini form NCR tersebut bisa segera diterimnya sehingga pihak PPDP bisa langsung bekerja. “Menurut rekanan NCR akan selesai di minggu ini. Mudah-mudahan Sabtu atau Minggu ini NCR  telah bisa disebarkan,” harapnya.
Pengarah Pokja Pemutakhiran Data Pemilih Hasan Mustofi menjelaskan adanya keterlambatan ini praktis selama seminggu ini seluruh anggota PPDP tidak bisa melakukan pemutakhiran data.  “Hingga saat ini kami tidak bisa mengerjakan pemutakhiran data,” jelasnya.
Untuk mengisi kekosongan tersebut kata, Mustofi pihaknya memanfaatkan waktu dengan memberikan bintek kepada para PPDP. “Untuk semenatara, kami manfaatkan waktu dengan memberikan bintek kepada PPDP, diharapkan dengan diberikan bintek ini mereka semakin terampil sehingga saat bekerja nanti mampu mengejar keterlambatan waktu sehingga proses pemutakhiran bisa selesai tepat waktu,” ujarnya. (hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.