Bupati Sidak Makanan Berformalin dan Boraks

KELAPADUA,SNOL Tahu dan mie kering berformalin ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang beredar di Pasar Kelapa Dua. Guna mengantisipasi peredaran makanan berbahaya dan stok pangan hingga lebaran nanti, Dinkes dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali melakukan sidak, Selasa (14/8). Sidak dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar.
Sidak pertama kali digelar di Pasar Kelapa Dua, dipimpin langsung oleh Bupati Ismet, serta melibatkan dua tim dari Dinkes dan Disperindag Kabupaten Tangerang. Dalam sidak terakhir yang digelar Pemkab Tangerang tidak ditemukan makanan berbahaya atau kedaluarsa.
“Dalam sidak kali ini tidak ditemukan makanan berbahaya atau kedaluarsa yang dijual di Pasar Kelapa Dua dan Hypermart Gading Serpong. Tapi kami mengambil sejumlah sampel makanan yang diduga mengandung formalin, serta menggunakan zat kimia berbahaya lainnnya seperti pewarna pakaian,” kata Naniek Isnaeni kepada Satelit News, kemarin.
Beberapa sampel makanan yang dibawa tim Dinkes untuk diperiksa yakni, ikan asin, mie kering, kerupuk warna, tahu dan lainnya. Dinkes menduga makanan tersebut mengandung formalin dan zat pewarna kain dan tekstil. Terlebih pekan kemarin Dinkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten, menemukan tahu dan mie yang mengandung formalin. “Tapi untuk sampel baru yang kami ambil ini akan diuji di labolatorium dulu. Hasilnya mengandung zat berbahaya atau tidak baru ketahuan nanti setelah uji lab. Jika ditemukan pedagangnya akan kami bina, jika masih membandel baru diberikan sanksi tegas,” ucapnya.
Ditanya saat pemeriksaan di Hypermart Gading Serpong apakah ditemukan makanan kedaluarsa, makanan produk impor yang tidak ada label BPOM dan pelanggaran lainnya, Naniek menegaskan, sejauh ini tidak ditemukan adanya pelanggaran. “Sejauh ini belum ada temuan di Hypermart dan mudah-mudahan tidak ada. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Terkait stok daging, gula dan kebutuhan lainnya Altif, Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang mengatakan, sejauh ini stok persediaan yang ada masih dalam kategori aman. Namun, untuk harga daging di pasar dan di pusat perbelanjaan terbilang masih cukup tinggi. Beberapa produk memang ada kenaikan harga. Untuk daging harga rata-rata Rp85 ribu hingga Rp 90 ribu. Sedangkan gula pasir mencapai Rp13 ribu/kg dan telur Rp17 ribu/kg.
“Kami juga sudah melakukan koordinasi ke sejumlah distributor di Legok, Balaraja dan Curug. Terkait pengadaan terigu dan gula hingga lebaran nanti. Stoknya masih aman dan sudah ditingkatkan sampai lebaran nanti.”tandasnya.
Bupati Tangerang, Ismet Iskandar mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli kebutuhan pokok untuk di konsumsi. Pasalnya seringkali ada pedagang yang nakal. Namun, hasil sidak kali ini pihaknya mengaku tidak menemukan pelanggaran. “Semua aman dan tidak ada masalah, stok juga aman,” pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.