Telat Datang, KPU Tolak Satu Balon Independen

TIGARAKSA,SNOL Proses pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Tangerang 2012 bisa jadi hanya akan melibatkan sepasang calon independen. Sebab, hingga masa penutupan penyerahan dukungan pada Sabtu (27/8) pukul 24.00 WIB ke KPU, hanya pasangan Saiful Hidayat- Een Nuraeni yang dianggap tepat waktu. Sedangkan satu pasangan lagi atas nama Wawan Sanwani-Mohamad Amin, ditolak lantaran dinilai telat mendaftar.
Saat menyerahkan dukungan, Saiful Hidayat didampingi oleh pendukungnya dari masing-masing kecamatan. “Kami sudah berhasil mengumpulkan 91.700 foto copy KTP dari para pendukung, melalui tim sukses kami. Kesemuanya itu sudah tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Dan secara administratif, kami sudah memenuhi syarat maju dalam pencalonan Bupati,” kata Saiful kepada wartawan.
Sementara, Wawan Sanwani tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap keputusan KPU yang menolak berkas pencalonannya lantaran alasan keterlambatan waktu. “Mengenai waktu yang dianggap melebihi, itu masih bisa diperdebatkan. Sebab di jam yang saya miliki dan tim masih menunjukan jam 23.55 WIB,” ujar Wawan. Wawan mengaku, keluarnya keputusan penolakan adalah bentuk pendzaliman terhadap hak politiknya sebagai warga negara. “Saya menuntut KPU meminta maaf kepada 97 ribu konstituen kami yang telah memberikan dukungan kepada kami untuk maju,” jelasnya.
Selain itu menurut Wawan, jadwal yang ditetapkan oleh KPU sangat tidak adil dan menghambat pencalonan dari jalur independen karena waktunya dalam momen hari raya Lebaran. “Jadwal yang ditetapkan KPU tidak melihat kalender nasional, sehingga tidak melihat adanya hari besar,” jelasnya.
Terkait hal ini, Pengarah Pokja Pencalonan KPU, Badrusalam yang dikonfirmasi mengenai penolakan salah satu pasangan bakal calon independen ini mengatakan, pasangan tersebut melebihi waktu yang telah ditetapkan oleh KPU. “Karena kami menerima berkas pada 00.05 WIB maka terpaksa kami tolak. Dan hal tersebut sesuai dengan amanat Peraturan KPU 13 Tahun 2010,”katanya.
Selain itu, menurut Badrus, yang membuat dokumen pasangan Wawan Sanwani dan Mohamad Amin ditolak, karena yang diserahkan hanyalah berupa rekapan saja, bukan daftar dukungan yang ditandatangani oleh pendukungnya.  (hendra/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.