Kapal Imigran Dikabarkan Tenggelam

PULOMERAK, SNOL Kapal motor yang mengangkut sekitar 150 imigran gelap, Rabu (29/8) pagi dikhabarkan tenggelam di sekitar Samudera Hindia tepatnya di sekitar Perairan Pulau Panaitan, Kabupaten Pandeglang. Informasi itu diterima pihak Basarnas, Rabu (29/8).
Direktorat Kepolisian Perairan Ditpolair) Polda Banten pun langsung terjun ke lapangan dan melakukan penyisiran di sekitar Pulau Panaitan. Namun hingga pukul 18.00 WIB, Ditpolair belum menemukan tanda-tanda adanya kapal yang tenggelam tersebut. “Kami sudah keliling Pulau Panaitan, namun tidak menemukan tanda-tanda kapal tenggelam ataupun kapal yang dimaksud,” kata Dirpolair Polda Banten, Kombes Budhi Hermawan, kemarin.
Menurut Budhi, titik kordinat yang di informasikan oleh Basarnas tidak ditemukan. Karenanya anggota Polair bersama rombongan Basarnas yang terjun ke lokasi kembali ke Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Kota Cilegon. “Karena tidak menemukan apa jadi kami balik kanan,” tandasnya.
Sebelumnya Direktur Operasi Basarnas, Sunarbowo mengatakan, informasi yang diterima ada kapal imigran yang hancur setelah dihantam gelombang tinggi. “Menurut informasi yang kami dapatkan kapal dalam kondisi hancur,” katanya.
Menurut Sunarbowo, Basarnas mendapat informasi bahwa kapal yang mengangkut imigran itu tenggelam sekitar 15 kilometer dari perairan Pulau Panaitan, Kabupaten Pandeglang, atau diposisi berada di kordinat 06 drajat 46.445 – 105.05.15.
Kapolsek Sumur, AKP Saimin ketika dihubungi melalui sambungan telepon mengaku tidak mengetahui adanya informasi kapal yang itu. Jikapun terjadi, maka itu bukan menjadi wilayah hukumnya. “Hingga saat ini belum ada infomrasi itu ke telinga saya,” katanya singkat.
Sama seperti Kapolsek Sumur, Kepala Seksi (Kasi) Wilayah Handeuleum pada Kantor Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Hermawan juga mengaku belum mendapatkan informasi dari petugas terkait adanya kapal laut yang tenggelam di sekitar Pulau Panaitan itu. Namun dia mengakui bahwa isu itu beredar di kalangan para nelayan setempat.
Untuk memastikan kebenaran informasi itu, kata Hermawan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan petugas yang tengah menuju lokasi kejadi yang disebut-sebut sebagai lokasi tenggelamnya kapal. “Berdasarkan informasi petugas TNUK, Perairan Panaitan belum bisa terpantau, untuk Perairan Pulau Peucang dan sekitarnya tidak terjadi apa-apa. Sementara informasi terakhir dari Basarnas yang menuju TKP dengan helikopter menyebutkan, tidak terjadi apa-apa dan berita tenggelamnya kapal masih simpang siur,” katanya.
Pencarian Dilanjutkan
Pencarian kapal motor yang mengangkut 150 imigran yang dikhabarkan tenggelam di sekitar Perairan Pulau Panaitan, Kab. Pandeglang kembali dilanjutkan tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Ditpolair Polda Banten.
Tim rescue gabungan kembali mendapat laporan jika 6 imigran yang dilaporkan tenggelam ditemukan oleh kru kapal cargo APL Bahrain Kamis (30/8) sekitar pukul 11:00.
“Kami masih memastikan kebenaran informasi itu. Kami dibantu tim Basarnas tengah menuju lokasi untuk mencari korban baik yang sudah diselamatkan ataupun yang hilang,” terang Kasi Patroli Pengawalan dan SAR Direktorat Polair Polda Banten, Kompol Noman Trisapto, Kamis (30/8).
Madeoka, Kepala Kamar Mesin, Kapal Basarnas mengatakan, informasi yang didapat dari kantor pusat mulai pukul 12:13 WIB, kapal Cargo APL  Bahrain telah menemukan enam korban. Keenam korban ini, saat ini masih berada di kapal tersebut.
“Sebelum menemukan korban, kapal cargo itu telah menemukan life Jaket pada pukul 11:00 WIB, dan akhirnya menemukan enam orang korban selamat,” terang Madeoka di Pelabuhan Indah Kiat Pulp and Paper Merak.(ari/cr-1/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.